Tuesday, August 2, 2011

City Hunter episode 6

Nana tidak menggubris permintaan Yoon Sung untuk membuatkan kopi, ia tanya langsung kenapa Yoon Sung mencampuri hidupnya.
Nana : Kau kasihan padaku, ya kan? Apa aku begitu menyedihkan?

Yoon Sung pura2 tidak mengerti. Nana menjelaskan, kau beli rumahku, ya kan? Apa kau hanya ingin pamer kekayaan-mu?

Yoon Sung berkata itu urusannya karena ia pakai uangnya sendiri. Ini hakku, kan?
Nana tidak mengerti untuk apa beli apartemen usang? Yoon Sung sudah punya apartemen bagus.

Yoon Sung berkata itu investasi, rumah Nana memang tua, tapi begitu dimasukkan dalam lelang berarti itu milik pemerintah.
Yoon Sung beralasan karena lokasinya juga dekat dengan Blue House dan investasinya bisa berkembang dengan bagus.

Nana tidak percaya, apa Yoon Sung benar2 ingin tinggal disana. Kau meninggalkan rumahmu yang nyaman dan memilih rumah reyot juga bocor?
Yoon Sung : Ya!

Itu tidak masuk akal bagi Nana. Yoon Sung berkata ia yakin sekali, berapa kali aku harus mengulang perkataan-ku? Oya, kapan kau akan pindah?

Yoon Sung : Kim Nana, kita saling jujur saja. Bukankah kau datang untuk memohon agar kau diperbolehkan tinggal disana beberapa lama? Jika kau minta baik-baik aku akan pertimbangkan.

Nana : Kau selalu merasa benar dan agung, itu sama sekali tidak berarti. Aku takut kau membeli rumah itu karena kau ingin membuatku senang.
Aku jelas tidak senang. Karena orang yang paling kubenci dari dasar hatiku adalah mereka yang menghamburkan uang untuk mempermainkan orang lain.

Nana : Aku akan segera mengosongkan rumah. Kita ketemu sepulang kerja.
Nana pergi dengan kesal.

Yoon Sung menghela nafas, apa ini?
Yoon Sung terlalu gengsi untuk mengatakan kalau dia peduli pada Nana :)

Yoon Sung jalan ke kantornya dan Ki Joon minta maaf atas peristiwa semalam, saat ia mabuk. Apa aku kehilangan kendali dan mempermalukan diriku sendiri?

Ki Joon berkata ia tidak ingat.
Yoon Sung : Kau benar2 tidak ingat?

Ki Joon hanya ingat sedikit, ada wanita bersama Yoon Sung semalam, itu bukan Nona Shin Eun Ah, ya kan?
Yoon Sung : Nona Shin Eun Ah? Apa itu yang ingin kau tanyakan?

Yoon Sung minta kembali konsentrasi kerja saja. Ki Joon masih penasaran, tunggu dulu...
Yoon Sung sedang tidak enak hati, apa lagi sekarang?

Ki Joon : Aku benar2 tidak kehilangan kendali kan?
Yoon Sung teriak, sebenarnya iya! Benar2 diluar kendali!

Nana mengamati foto keluarganya dan kalung peluru itu. Eun Ah datang untuk mengingatkan Nana atas shift berikutnya.
Nana menghela nafas dan berkata akan berangkat sekarang.

Eun Ah heran, kenapa kau menghela nafas, apa terjadi sesuatu?
Nana : Tidak..tidak ada apa-apa.

Jaksa Young Jo menemui sopir bis tahanan yang dibajak Jin Pyo.
Sopir itu berkata kalau Jin Pyo adalah orang yang menodongkan senjata ke kepalanya dan berkata : Jika kau ingin hidup maka turunlah.

Jang Pil Jae berpikir, Lee Kyung Wan dan Seo Yong Hak, keduanya politisi yang ikut pemilu, mereka diserang dan diculik, apa ini organisasi teroris? Korea Utara? Apa mungkin ini City Hunter?

Young Jo tidak merasa ini City Hunter, tidak mungkin ia ingin membunuhnya setelah mengirimkannya ke Kejaksaan, ini tidak konsisten.

Young Jo minta anak buahnya memeriksa sidik jari di lift dengan di mobil tahanan juga dengan sidik jari di surat.

Sopir itu berkata kalau pria di bis itu sepertinya kakinya luka. Kakinya membuatnya sulit bergerak.

Young Jo minta Jang Pil Jae memeriksa database orang usia 40 s/d 60 th dengan cacat kaki.
Pil Jae mengerti.

Young Jo : Penyelidik Kim Mi Yuk, kau berkata kalau senjata yang dipakai dalam penyerangan modelnya adalah US AR-15 ?
Bibi Nana membenarkan, ya itu kesimpulan yang didapat dari analisis peluru.

Young Jo minta Bibi Kim menyelidiki catatan imigrasi selama 2 th terakhir. Periksa apa ada imigran, khususnya dari Amerika yang membawa senjata ini.

Yoon Sung memeriksa sekeliling apartemen Nana. Ia naik ke atap dan memeriksa dengan teropongnya, siapa tahu...bisa untuk pelarian.
Lalu Yoon Sung memeriksa teralis jendelanya. Yoon Sung ngomel, itulah mengapa kita harus memasang jendela anti maling di setiap ruangan.

Yoon Sung bahkan pergi ke tukang jendela. Paman itu berkata perbaikan rumah itu mungkin ditunda beberapa hari, pakai saja dulu. Jangan membuang uangmu.

Yoon Sung : Kau mau melakukannya atau tidak?
Paman itu minta uang muka 500 ribu Won. Bukan masalah bagi Yoon Sung, ia langsung membayarnya, tapi minta segera dipasang jendela anti-malingnya. Harga bukan masalah, asal aman.

Paman itu sibuk dan akan memasangnya besok pagi. Berikan saja kuncinya.
Yoon Sung : Kunci?

Yoon Sung menunggu Nana dimobil sambil latihan bicara baik-baik. Ia ingin Nana tetap tinggal disini, karena Nana tidak punya tujuan lain.
Yoon Sung bicara sendiri, Kim Nana. Tinggallah disini sampai aku mengijinkanmu pergi, ok? bla..bla..

Sampai tiba-tiba Kim Nana muncul di jendela Yoon Sung dan membuatnya kaget setengah mati. Wow..kau benar2 tepat waktu.
Nana : Apa kau sudah tidak sabar untuk tinggal di rumah ini?
Yoon Sung : Kalau tidak kenapa aku membeli rumah ini? Berikan kuncinya.

Nana : Jadi kau datang hanya untuk minta kunci?
Ikut aku, kalau aku selesai akan kuberikan kuncinya.

Nana jalan masuk. Yoon Sung serba salah dan mengikuti Nana, hei! hei! Kim Nana!

Nana mengemasi baju-bajunya sambil berkata kalau Yoon Sung benar2 sesuai dengan kesan pertama yang ia dapat. Mencari sopir pengganti untuk bercumbu dengan wanita di bangku belakang mobil..aku bisa melihat orang seperti apa dirimu.

Yoon Sung duduk menunggu Nana, ia tidak bisa bicara apapun. Cuma berseru, hei! Kim Nana!

Nana : Hanya karena kau membantuku dengan biaya operasi ayahku dan juga Mi Jin dan Do Jin waktu itu, kupikir kesan pertamaku padamu itu salah.

Yoon Sung : Sudah, kalau begitu tidak usah berkemas. Apa kau tidak mau terus tinggal disini?

Nana : Kau bercanda, ya kan? Lee Yoon Sung, aku tidak tahu apa kau disini hanya main2 karena kau banyak uang atau kau disini untuk investasi seperti katamu. Sejak aku usia 7 th, rumah ini...
Nana tidak bisa melanjutkan.

Yoon Sung yang menyambung, aku tahu. Rumah ini punya meja yang dibuat oleh ayahmu sendiri dan taplak mejanya dijahit oleh ibumu. Jadi aku akan mengijinkanmu tinggal disini!
Nana semakin kesal, ia memberikan kunci dan titip anjingnya, kau hanya perlu memberinya makan sekali sehari.

Nana : Blackie sangat pintar, ia tahu kapan pergi ke toilet, kau hanya perlu membuka pintu. Nanti kalau aku sudah mendapatkan rumah, aku akan mengambil Blackie dan semua barangku.

Yoon Sung kaget, kau mau aku tinggal dengan anjing ini?

Nana : Kata siapa aku ingin? Kau yang mengusirku keluar dengan mendadak, jadi, apa kau tidak seharusnya melakukan ini?
Yoon Sung tidak mau mengurus Blackie.

Nana "pesan" pada Blackie, jika paman ini menjengkelkanmu, kau harus bertahan, ok? Kakak akan datang dan mengambilmu segera.

Nana pergi. Meninggalkan Yoon Sung yang duduk di sofa dengan tidak percaya,hei! Kim Nana!

Yoon Sung bicara sendiri, wow! aku belum mengijinkanmu pergi. Kapan aku menghamburkan uangku? Kau! kau sendiri yang tiba-tiba lari dan tanya kenapa aku beli rumah ini.
Kau yang marah duluan!
Maksud Yoon Sung sebenarnya baik, cuma dia tidak tahu bagaimana bicara dengan baik :)

Yoon Sung mengejar Nana. Nana naik bis, Yoon Sung naik mobil mewahnya, ia teriak2 Hei! Kim Nana! hei! hentikan bisnya!
Yoon Sung teriak, kubilang turun dari bis!
Nana pura2 tidak melihat Yoon Sung.

Keduanya tidak sadar kalau Yan Rong (Anak buah Chun Jae Man) mengikuti mereka.

Nana ke RS dan menjenguk ayahnya, Ayah, kenapa kau jadi kurus? Apa karena aku tidak sering berkunjung?

Yoon Sung ada di luar pintu kamar dan mendengar semua kata2 Nana.

Nana : Kepala Bagian berkata aku tidak cukup bagus sebagai pengawal. Gajiku dipotong, dan sekarang rumahnya jadi milik orang lain. Ayah, apa yang harus kulakukan?
Hidupku kacau.

Nana mengeluarkan kalung pelurunya, tapi karena orang itu, aku masih hidup. Aku sebenarnya berpikir ingin mati, lucu kan?

Yoon Sung jalan menjauh dari kamar Ayah Nana dan melihat Yan Rong. Yoon Sung dengan pintar menyembunyikan dirinya.

Ia melihat seorang wanita cantik sedang telp dan duduk di depannya.

Yoon Sung berkata kalau pria dibelakang itu (Yan Rong), dia sangat menyukai anda.
Wanita itu menoleh ke Yan Rong, tapi Yoon Sung mencegahnya. Jangan, jangan melihat dulu.

Yoon Sung : Dia sangat tampan, kau tidak akan menyesal. Jadi paling tidak, temui dia dan minum kopi bersamanya. Jika kau tidak suka, kau bisa menolaknya.

Wanita itu mengikuti kata2 Yoon Sung dan menemui Yan Rong. Ia berkata Yan Rong bukan tipenya, tapi teman-nya iya (maksudnya Yoon Sung), apa Yan Rong bisa memberikan no. telp teman-mu?
Yan Rong tidak mengerti, ia fokus mencari Yoon Sung, tapi karena wanita itu, ia kehilangan jejak Yoon Sung.

Yoon Sung kembali ke kamar ayah Nana. Nana kelelahan dan tertidur di dekat bed ayahnya.
Yoon Sung hanya menghela nafas dan menyelimuti Nana.

Yoon Sung pulang ke rumah barunya. Ia mengeluh karena Blackie cuma memandang ke arah Yoon Sung saja.

Yoon Sung "menasihati" Blackie, Blackie, kalau seseorang datang, kau harus menyalak. Jika kau seperti ini, bagaimana aku bisa mempercayakan Nana padamu dengan tenang?

Yoon Sung duduk dan bingung, sekarang apa? Ia mencoba menyalakan TV, tidak menyala. Ada apa ini? Jaman apa ini? Tempat apa ini..tanpa ada barang yang layak. Soalnya TV Yoon Sung bisa untuk video confference :)

Yoon Sung bicara dengan foto Nana, Kim Nana, kenapa kau tidak mengijinkan orang menyelesaikan pembicaraan mereka? Kau selalu keras kepala. Membuatku menyesal..

Paginya, Yoon Sung bangun dan akan ke toilet. Pertama ia mengecek airnya, ternyata tidak jalan. Yoon Sung benar2 kesal.

Yoon Sung membawa kopi untuk Nana. Tapi tidak tahan untuk mengeluhkan kondisi rumah Nana.
Hei, kenapa rumahmu seperti itu? Tidak ada yang benar.

Nana : Kau akan terbiasa dengan rumah itu. Kenapa rumah yang harus terbiasa denganmu?
Yoon Sung : Kenapa toiletnya tidak jalan? Apa aku harus selalu membuka tankinya dan menarik tuasnya dengan tangan? aku pasang shower untuk air dingin, tapi air yang keluar panas sekali dan hampir merebusku hidup-hidup!

Nana menghentikan keluhan Yoon Sung, aku tidak mau marah tiap pagi. Apa kita bisa pura2 tidak kenal?

Nana pergi dan Yoon Sung jalan ke ruangannya. Kopinya tidak diambil Nana.
Kepala bagian Yoon Sung senang, ia pikir kopi itu untuknya. Tapi Yoon Sung minta maaf, ini punya orang lain. Dan meminum keduanya.

Young Jo dan timnya masih memeriksa kasus Seo Yong Hak dan Lee Kyung Wan. Anak buahnya menemukan orang yang melakukan hacking pada komputer Blue House waktu itu dengan menyebar foto sepatu boot rusak.
Dia staf Blue House juga, di dalam tim jaringan komunikasi nasional. Dimana para ahli berada.

Young Jo kaget, tapi tetap minta Kim membuatkan surat penangkapan. Karena mungkin saja orang ini adalah City Hunter yang mereka cari.

Young Jo dan petugas kejaksaan datang ke Blue House, langsung ke kantor IT.
Yoon Sung heran melihat Young Jo. Tapi bukan untuk menangkapnya, melainkan menangkap Ki Joon.

Young Jo : Dimana Tuan Go Ki Joon?
Ki Joon kaget dan rekannya langsung menunjuknya, dia disana.

Young Jo minta maaf karena mengganggu mereka, dan ia tanya Ki Joon, apa tahu kenapa ia datang ke sini?

Young Jo : Anda sudah melanggar Bab 71 dari UU Informasi dan Komunikasi. Untuk melindungi informasi penting Korea Selatan, kami harus menahan anda untuk sementara.
Ki Joon panik. Tapi Petugas Jang langsung memborgolnya dan membawa Ki Joon. Ayo.

Young Jo bertemu Nana diluar. Nana ingin tahu apa yang terjadi. Young Jo menjelaskan kalau ia menemukan hacker dengan IP Address milik Ki Joon. Jadi kejaksaan harus menahan Ki Joon.
Young Jo melihat kalau luka Nana sudah hampir menghilang.
Nana : Ini karena kau, terima kasih.

Young Jo berkata sepertinya mereka akan sering bertemu, karena ia mengurus kasus Seo Yong Hak dan bukankah Nana adalah pengawal Seo?

Yoon Sung mengamati Ki Joon yang pergi bersama Jaksa Kim. Ia tahu ada yang aneh.

Saat makan siang, kedua kepala bagian membicarakan Go Ki Joon. Awalnya mereka heran dengan Ki Joon yang bahkan menangis saat latihan judo, tapi bagaimana staf Blue House melakukan kejahatan.
Sepertinya gosip ada mata2 CIA disini benar. Bla Bla..

Eun Ah kesal, ia berdiri apa ini tidak keterlaluan?
Kepala bagiannya kaget, apa ini? Pengawal Shin Eun Ah?

Eun Ah marah karena mereka hanya bisa membicarakan orang secara diam-diam. Meskipun Go Ki Joon tidak tampak seperti lulusan universitas dan terlihat sedikit bodoh, dan membuat orang membencinya. Tapi Ki Joon bukan orang jahat.
Mengenai ini, saya sebagai instruktur berani menjamin itu. Mengatakan kata 2 tidak bertanggung jawab tanpa tahu cerita sebenarnya, saya pikir itu tidak pantas.

Yoon Sung tampak tertarik, ia geli. Eun Ah berkata akan pergi duluan, sambil mengajak Nana.
Nana belum selesai makan.

Yoon Sung dan Jin Pyo mendengarkan penjelasan Paman Shik Joon tentang kaki anak Seo Yong Hak. Anak Seo Yong Hak kakinya dioperasi saat ia bergabung dengan tim basket.
Jin Pyo : Apa salahnya itu?

Shik Joon : Dengarkan aku baik2, ok? Kapten? Ini sangat menarik.

Shik Joon : Anak ini selalu pergi ke pusat Peninggi Badan (Tempat untuk menambah tinggi badan anak kecil, biasanya ditarik badannya agar bertambah tinggi) sampai ia kelas 3 SMA dan ikut berperan dalam banyak film

Jin Pyo komen, ini semua sampai SMA? Sepertinya pusat penambah tinggi badan itu benar2 membantunya. Dia bahkan bisa masuk tim basket. Yoon Sung tidak percaya kalau orang itu setinggi itu, bagaimana bisa masuk tim basket dengan tinggi segitu.

Shik Joon berkata tidak masalah dengan posisinya di masyarakat (anak anggota Konggres).

Shik Joon menjelaskan, setelah kuliah setahun, dia tidak perlu ikut Wamil karena luka di kakinya.
Jin Pyo kesal, kita ini bukan dokter. Bagaimana kita bisa tahu hanya dengan melihat itu?

Tunggu, kata Yoon Sung. Kakinya tidak sama, meskipun fotonya kelihatan sama. Tidak mungkin kaki bisa berubah seperti itu.
Ternyata anak Seo Yong Hak itu benar2 licik, saat pergi check up, ia memperlihatkan kaki yang terluka, tapi operasinya dilakukan di kakinya yang normal.

Jin Pyo marah sekali, ini semua jelas. Dia jelas2 ingin menghindari Wamil. Well, Jin Pyo ini patriot jadi pasti kesal :)

Jadi, Mantan Menteri Pertahanan menggunakan cara tidak benar untuk mencegah putranya ikut Wamil!
Jin Pyo ke Yoon Sung, kau lihat? Waktu itu kita seharusnya membunuhnya! (Jin Pyo menganggap orang yang seperti ini bukan orang yang pantas memimpin negara.)

Yoon Sung : Sekarang semua sudah jelas, aku pastikan ini akan terungkap. Ayah, berikan tanggung jawab ini padaku, ok?
Jin Pyo hanya mendengus kesal.

Seo Yong Hak, istrinya, dan tim mengadakan kampanye dengan turun ke jalan mendekati masyarakat.
Nana dan Eun Ah waspada penuh. Sementara Seo Yong Hak dan istri tebar pesona.

Ada seorang pria yang mendekat dan ingin bicara dengan Seo Yong Hak. Nana menghalanginya. Tapi pria itu terus mendesak.
Nana tidak punya pilihan selain menahan dan membanting pria itu.

Pria itu kesakitan, aigoo, punggungku! pengawal itu melukaiku.
Nana kaget. Seo Yong Hak marah pada Nana, apa yang kau lakukan?

Seo cari muka di depan masyarakat, kau bertanggung jawab untuk keamananku. Aku tidak memberimu ijin untuk memperagakan jurus judomu.
Seo Yong Hak minta maaf pada pria itu untuk Nana. Nana juga berkali-kali minta maaf, maaf, dia terlalu mencurigakan.

Seo minta Nana membawa pria itu ke RS.

Dimobil, Nana kena marah lagi. Kali ini dari Ny. Seo. Ia marah, apa Nana tidak bisa membedakan dari pandangan saja, belajar menggunakan intuisimu, mengerti?

Ny. Seo mengeluh apa yang akan ditulis oleh para reporter. Bagaimana pengawal bisa melakukan itu pada simpatisan. Setiap pendapat, setiap suara sangat berharga. Insiden sniper dulu, bukankah itu disebabkan kelalaian penjaga keamanan?
Nana hanya bisa minta maaf. Kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan keselamatan Anda dan juga Calon Presiden.

Ny. Seo : Itu memang tugasmu. Itulah mengapa kami minta kau datang.
Pemilihan sudah dekat, tolong dicatat, kita tidak boleh membiarkan siapapun menggunakan insiden ini untuk melawan kita.
Nana : Saya mengerti.

Nana dapat sms, dari Yoon Sung : Cepat datang dan bersihkan pup anjing.
Hehehe...bayangkan perasaan Nana. Nana langsung menutup ponselnya.

Nana menemui Yoon Sung di rumahnya. Nana marah, Ada apa denganmu?
Yoon Sung minta Nana membersihkan kotoran Blackie. Nana kesal, bukankah waktu itu aku minta kau menjaga anjingku?

Yoon Sung : Bukankah kau berkata hanya cukup memberikan makan? Kau tidak minta aku melakukan apapun tentang kotoran anjingmu.
Nana : Tapi itu maksudku saat kuminta kau mengurusnya! Bagaimana mungkin kau hanya memberi makan anjing?

Yoon Sung : Kalau begitu berikan aku anjing yang tidak pup! hahaha...ya..anjing mainan.
Nana menyerah, sudahlah, lupakan.

Yoon Sung masih ngoceh, bukankah kau berkata anjing itu pintar? Kalau pintar kenapa masih pup di lantai?
Nana : Apa kau membuka pintu kamar mandi? Blackie sangat pintar, dia hanya akan pup di kamar mandi.

Yoon Sung berkeras, Nana belum mengatakan ini padanya, dan meskipun Nana akan membunuhnya, dia Lee Yoon Sung tidak akan memungut pup anjing.
Yoon Sung : Kau saja datang tiap hari untuk membersihkan-nya. Atau kau bawa saja Blackie pergi.

Nana merasa Yoon Sung keterlaluan. Yoon Sung usul, kalau begitu tinggal bersama saja.
Nana : Kau bercanda?
Yoon Sung : Siapa yang bercanda?

Yoon Sung mengeluhkan macam2, dari kipas angin rusak, toilet rusak, TV blank, dll. Nana harus tanggung jawab.
Yoon Sung berkata ia membeli rumah ini hanya karena akan ada pembangunan, tapi ternyata kerugiannya sangat besar.

Yoon Sung minta Nana tinggal disini saja, tidak perlu bayar sewa. Hanya masak dan bersih2 tiap hari. Juga, toilet, shower, TV dll harus diperbaiki.
Nana bisa membayar uang Yoon Sung jika Nana sudah punya uang. Itu namanya tanggung jawab.

Nana ragu. Yoon Sung tanya apa Nana tidak mau.
Bukan, kata Nana. Tapi tinggal seatap dengan pria...

Yoon Sung berkata apa Nana takut karena dia pria dan Nana wanita? Tapi Nana bagus dalam judo, tingkat 4, ya kan? Meskipun aku punya pikiran aneh tentangmu. Aku tahu bagaimana responmu. Kau pikir aku masih berani menyentuhmu?

Yoon sung : Aku tidak bodoh. Kenapa aku minta dipukuli? Lalu yang paling penting, bukankah kau cup B? Aku tidak menganggap semua yang dibawah cup C adalah wanita. (Cup B/ Cup C = ukuran bra)
Lagipula, bukankah kau juga membenciku, Kim Nana?

Nana kesal dan tanpa sadar melihat dadanya hehe..dia memang tidak terlalu membusung. Tapi ia bersabar dan jalan masuk ke kamar, tunggu...berikan aku waktu untuk berpikir.

Nana masuk kamar lalu jalan mondar mandir, sambil berpikir.
Aku tidak menyukainya, dan dia juga tidak menyukaiku. Hal seperti itu tidak akan terjadi. Aku tidak punya tujuan..dan aku tidak harus membayar sewa, yang harus kulakukan adalah membereskan rumah.

Nana bicara dengan foto ayah ibunya, Ayah dan Ibu, tunggu sampai aku mendapatkan rumah ini kembali. Sampai aku mendapatkannya kembali, kumohon palingkanlah wajahmu.

Yoon Sung menempelkan telinga di pintu, ia ingin tahu apa keputusan Nana.

Nana akhirnya keluar dan setuju, ok. ayo kita tinggal bersama. Tapi aku punya syarat.
Yoon Sung : Syarat?

Nana ingin menulis kontrak yang melarang kontak fisik. Yoon Sung meyakinkan Nana, kau bukan tipeku. Kau sama sekali, sama sekali, sama sekali bukan tipe yang kusuka.

Nana : Aku bicara jika siapa tahu. Jika kau menarik tanganku, denda 50 ribu Won (hahahaha...)

Yoon Sung : Apa kau gila uang? Jangan khawatir, jika aku menarik tanganmu, aku akan memberimu 50 ribu Won.
Lalu bagaimana jika memegang bahumu?

Nana : 100 ribu Won.
Yoon Sung : Kalau merangkulmu?
Nana : 200 ribu Won.
Yoon Sung : Bagaimana dengan pelukan?
Nana : 300 ribu Won.
Yoon Sung : Kecupan?
Nana kesal : 500 ribu Won!

Yoon Sung mendorong Nana ke tembok, lalu bagaimana dengan ciuman?
Nana : 1 juta Won!
Yoon Sung tidak percaya, 1....juta Won? pergilah! Kencan denganmu benar2 menguras uang.

Nana : Apa?
Yoon Sung : 1 juta Won hanya untuk ciuman? pria mana yang ingin kencan denganmu?

Keduanya mengemasi barang2 mereka kembali. Nana mengambil barang dari RS dan Yoon Sung membawa baju dari rumahnya.

Yoon Sung mulai packing dibantu Shik Joon. Shik Joon takut kalau Ayah Yoon Sung akan tahu, ia pasti akan dibunuhnya.
Yoon Sung : Kurasa Nana masih dalam bahaya. Aku harus tinggal dengannya.
Shik Joon kaget, Nana?

Yoon Sung berkata ada orang yang mengikuti Nana ke rumahnya, dia bukan orang biasa. Aku bertemu dengannya saat melacak Lee Kyung Wan.
Shik Joon cemas, bagaimana kalau ada yang mengungkapkan identitas Yoon Sung?

Yoon Sung janji akan hati2 dan minta Shik joon mengikuti ayahnya.
Shik Joon juga mengancam Yoon Sung, kau! jika kau berani menyentuh rambut di kepala Nana...

Yoon Sung kesal, aku sudah bilang aku punya standar tinggi! Tapi sebenarnya apa hubungan Paman dengan Nana?
Shik Joon tidak mau mengatakannya, tidak ada hubungan apapun. Shik Joon ingin membawakan makanan untuk Yoon Sung.

Yoon Sung mengeluh, kau memperlakukanku seperti aku menikahi seseorang..

Di rumah Nana. Yoon Sung menetapkan peraturan, dia yang akan memakai kamar mandi lebih dulu. Nana yang akan membersihkannya kemudian.
Setiap hari, Yoon Sung harus memakai kamar mandi yang bersih, kotoran anjing juga harus dibersihkan oleh Nana.

Yoon Sung tidak bawa piyama, ia pinjam baju judo milik Nana lagi, dan ingin memakai ikat pinggang Nana.
Nana melarangnya, kau tidak bisa memakai itu!

Yoon Sung heran, kenapa? Tapi Nana tidak berkata apapun dan memberikan ikat yang lain. Itu ikat pinggang saat ayahnya kecelakaan.

Nana masuk kamar mandi dan kesal, karena Yoon sung tidak menutup dudukan toilet lagi, jadi rasanya dingin sekali.

Yoon Sung makan kue beras, dan sedikit syok saat Nana keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.

Tapi Yoon Sung menutupinya dan marah2, kenapa kau cuci rambut di malam hari bukannya pagi hari? Kepalamu akan penuh kotoran.
Nana berkata kalau pagi itu sibuk sekali, tidak cukup waktu untuk mengeringkan rambutnya.

Malamnya, keduanya tidur sekamar. Tapi Yoon Sung menguasai tempat tidur Nana.
Sedangkan Nana tidur di lantai. Keduanya resah :)

Nana mimpi buruk, ia mimpi saat kejadian kecelakaan yang menimpa ayahnya.

Nana menangis, ibu! ibu jangan tinggalkan aku sendiri. Maafkan aku ibu.
Nana bangun dengan nafas terengah-engah.

Paginya, Nana jalan keluar apartemen dengan mengendap-endap. Yoon Sung cuek dan jalan di dekat Nana.
Nana marah, kau gila ya? Bagaimana kau bisa keluar begitu saja? bagaimana jika ada yang lihat?

Yoon Sung merasa tidak ada orang yang peduli.

Nana mengatur strategi: Aku sudah lama tinggal disini, banyak yang kenal aku. Aku akan pergi ke arah supermarket. Kau menghitung sampai 20, lalu jalan ke arah yang berlawanan. Mengerti?

Jaksa Kim ingin bertemu Capres Seo Yong Hak. Tapi sulit sekali.
Jaksa Kim berkata Hudson dari Mars corp akan datang melalui bagian imigrasi besok pagi, ia minta anak buahnya bersiap.

Yoon Sung menemui Ki Jun di penjara. Ki Joon minta maaf. Apa semuanya jadi kacau?
Yoon Sung : Apa kau akan melakukannya jika tahu semuanya mencemaskanmu? Kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya pada Jaksa? ini bukan perbuatanmu, Ki Joon.

Ki Joon : Aku yang melakukannya.

Yoon Sung : Kita semua adalah ahli disini. Kau bisa berhenti berbohong padaku.
Orang itu hanya perlu tahu sedikit tentang teknik hacking untuk melakukan ini.

Tapi sekarang, tidak ada yang menggunakan cara ini lagi. Waktu itu, saat kau mabuk, kau mengatakan semuanya. Go Ki Joon, setelah adikmu ikut Wamil, kakinya harus diamputasi karena tetanus dari sepatu boot itu.

Yoon Sung minta Ki Joon mengatakan yang sebenarnya pada Jaksa.

Ki Joon berkata ia hanya perlu mencari pekerjaan lain dan ia akan baik2 saja. Tapi bagaimana dengan adikku?
Anak itu benar2 suka Taekwondo, tapi sekarang hidupnya hancur. Impian-nya adalah membuka sebuah dojo, mengajari anak2 Taekwondo.

Ki Joon : Karena sol sepatu itu rusak, dia ingin tukar dengan sepatu lain. Tapi mereka tidak mengijinkannya dan akhirnya dia kena tetanus.
Semua anggota komite dari Departemen Pertahanan tidak menghiraukan itu! Sebagai kakak, aku tidak bisa membantunya apapun.

Yoon Sung : Kalau begitu lakukan sesukamu. Aku tidak punya adik, jadi aku masih belum mengerti. Selalu ada pilihan dalam hidup. Tidak ada satupun yang dipaksakan.

Yoon Sung bertemu adik Ki Joon diluar tahanan. Yoon Sung berkata meskipun sangat menyedihkan kalau kakimu jadi seperti itu, tapi membiarkan kakakmu disalahkan demi kau...
Apa kau ingin menjatuhkannya bersama denganmu?

Ki Huk : Kakak, dia..dia tidak mendengarkanku.
Yoon Sung : Apa kau tidak punya mulut? Jika kau berkata sebenarnya, akan terbukti kalau Go Ki Joon berbohong.

Yoon Sung minta Ki Huk mengungkapkan kebenaran-nya, Kantor Jaksa mulai penyelidikan mengenai sepatu boot militer yang jelek kualitasnya itu. Kalau kau mengungkapkan kebenaran, aku pikir ini akan baik untuk kalian berdua.

Yoon Sung pergi ke Blue House dan mengikuti latihan menembak.

Kepala bagian Pertahanan mengkritik Yoon Sung, apa kau tidak tahu bagaimana berdiri dengan kaki terentang? dsb..dsb..
Yoon Sung sengaja tidak menunjukkan kehebatan-nya untuk menjaga identitasnya.

Kepala bagian terus saja merendahkan Yoon Sung, bagaimana kau bisa dapat gelar Ph.D? pria besar tapi nyalinya kecil. Tegak!

Da Hye muncul dan mencari Lee Yoon Sung. Ia ingin belajar menembak, tidak peduli meskipun dilarang oleh Nana
Nana tahu Da Hye bukan ingin belajar menembak, tapi hanya ingin menemui Lee Yoon Sung.

Da Hye memuji Yoon Sung, wow...tampan sekali. Ajari aku, ok? Aku juga mau belajar menembak.

Nana akhirnya memberikan kacamata tembak dan rompi, pakai ini. Jika tidak, kau bisa terluka.
Da Hye : Unni, terima kasih.

Da Hye memakai semua perlengkapan-nya dan kagum dengan dirinya sendiri, wow..aku keren kan memakai ini?

Yoon sung cemberut tapi akhirnya mengajari Da Hye. Posisinya membuat Yoon Sung harus dekat dengan Da Hye. Nana terlihat tidak suka :)
Yoon Sung : Pegang senjata dengan tangan kanan, tangan kiri melindungi tangan kanan.

Semua tidak percaya, Yoon Sung masih bisa memberikan nasihat dengan kemampuannya.

Da Hye menembak dan ingin tahu hasilnya. Ia kaget, wow...nilainya 10! Sepertinya aku punya bakat menembak.
Da Hye : Apa kita bisa menambahkan keahlian menembak dalam daftar keahlian untuk masuk Universitas Seoul?

Da Hye terus saja mendesak Yoon Sung untuk mengajarinya. Tapi Yoon Sung sebal, aku sibuk.

Kepala Bagian mengamati hasil tembakan Da Hye dan Yoon Sung, ia kelihatan curiga.

Bandara Incheon
Perwakilan dari Mars co tiba dan anak buah Seo menyambutnya. Anggota Dewan Seo sudah menunggu anda. Keduanya bersalaman dan pergi.
Mereka tidak sadar, ada Shik Joon yang merekam pertemuan ini.

Shik Joon telp Yoon Sung, Hodson sudah tiba. Sekretaris Seo Yong Hak sendiri yang menyambutnya.

Yoon Sung ijin pulang karena ada teman-nya dari US yang datang. Bossnya berkata kalau saja tidak ada insiden Go Ki Joon, kau bisa membawa temanmu itu mengunjungi Blue House.
Bossnya masih pesan, jika Amerika ingin menarik Yoon Sung pergi, katakan saja tidak! tidak!

Jaksa Kim menjemput Sae Hee untuk pergi ke upacara Dol (ulang tahun setahun) anak teman mereka. Kali ini Jaksa Kim tidak terlambat.
Yeong Joo : Kau tersentuh dengan ini?
Sae Hee membenarkan, saat mereka kencan dulu, Yeong Joo tidak seperti ini, selalu terlambat, bahkan kadang sama sekali tidak datang.

Anggota Dewan Seo juga bertemu Hodson di Hotel Emerald itu. Keduanya bersalaman.

Kebetulan Yeong Joo dan Sae Hee juga pergi ke Hotel yang sama. Yeong Jo melihat mereka dan minta maaf pada Sae Hee untuk pergi duluan. Ia harus melakukan sesuatu.

Sae Hee kaget, kau mau kemana? Lalu menghela nafas, ini memang persis Kim Yeong Joo. Pekerjaan selalu yang terutama bagimu.
Sae Hee : Kenapa aku merasa terluka lagi?

Yeong Joo menemui Seo Yong Hak dan Hodson. Seo pura2 ramah, ah bukankah ini Jaksa Kim Yeong Joo?
Yeong Joo : Kau menolak semua panggilan pengadilan, tapi mengapa kau ada di hotel ini?

Seo yong Hak beralasan kalau dia hanya lewat dan memeriksa konferensi persnya dan juga menyiapkan pidatonya. Kebetulan bertemu dengan orang yang ia kenal.
Seo yong Hak merasa tidak melakukan pelanggaran dan harus lapor ke Yeong Joo.

Yeong Joo menyapa Hodson dengan bhs Inggris, Mr. Hodson, I am Prosecutor Yeong Joo Kim from the Seoul Police Department.
Mars company better not make any illegal move or tax violation in its arms trade with Korea.

Yeong Jo : Aku memperingatkanmu. Jangan meremehkan Korea.

Seo Yong Hak dan Hodson jelas tidak suka dengan hal ini. Seo berkata ia tidak akan mempermasalahkan kejadian ini karena Yeong Joo adalah anak temannya.
Yeong Joo : Meskipun kau teman Ayahku, hukum tetap hukum.

Yoon Sung tiba di hotel itu juga. Shik Joon menyamar jadi petugas room service.
Yoon Sung masuk ke kamar suite dengan peralatan lengkap dalam koper besi. Ada alat perekam dan juga laptop.

Yoon Sung minta Shik joon menunggu. Tidak lama Shik Joon mengantar kopinya. Mereka berkata tidak memanggil room service.
Shik Joon pura2 heran, tapi ada pria asing telp minta espresso dan buah. Mereka mengalah dan membiarkan Shik Joon masuk dan menghidangkan kopi.

Shik Joon meletakkan teko kopi dengan perlahan sehingga kamera kecil di pegangan teko bisa merekam gambar dengan jelas. (Keren ..ada kamera dimana-mana).

Tuan Hodson memberikan tip 50 ribu Won untuk Shik Joon. Shik Joon sengaja mencium lembaran uangnya agar Yoon Sung melihatnya saat kembali ke kamar sebelah.
Yoon Sung geli, dasar.

Keduanya duduk mendengarkan percakapan Seo Yong Hak dan Hodson.
Seo : Aku sudah memutuskan untuk tidak membantumu menjual 30 jet tempur Taiwan.
Hodson: Kenapa kau menolak?

Seo kesal, kau mau kami menjual jet tempur yang tidak seorang pun tertarik setelah menemukan kelemahan-nya? Pesawat yang jatuh dan menyebabkan pilot tempur meninggal.
Seo memberikan bukti, di Rusia, Georgia, dan India.

Seo : Kau pasti tahu jika membeli pesawat itu akan menimbulkan masalah. Meskipun aku menjadi Presiden, jika masalah seperti ini muncul, aku juga pasti dipecat.

Hodson : Jadi berarti kau memutuskan tidak akan membantuku?
Seo : Jika itu kau, apa kau akan membelinya?

Pihak Mars menekan Seo, kalau begitu aku akan lapor kalau pertemuan ini gagal. Seo minta Hodson tidak terburu-buru, duduk dulu.

Seo : Apa akan berhasil jika aku membelinya? Tapi dengan satu syarat.
Hodson: Syarat?

Seo minta komisi 20%. Hodson kaget, 20%? Aku tidak pernah membayar komisi sebesar itu.

Seo : Tapi tidak ada yang beli akan membuat pesawat itu jadi rongsokan. Kau pikirkan saja, setelah aku jadi Presiden, aku akan memperbesar budget pertahanan dan membeli peralatan perang lebih banyak lagi.
Ini salah satu kampanyeku. Jika aku jadi Presiden, Mars tidak akan rugi. Kau mengerti?

Keduanya sepakat dan mulai membuat draft perjanjian, siapa tahu Seo setelah jadi Presiden ingkar janji.
Seo juga minta setelah ia jadi Presiden, ia hanya akan membeli persenjataan yang berkualitas tinggi. Senjata paling top.

Hodson : Kenapa?
Seo : Karena dibanding semuanya, aku lebih mencintai negara ini, mengerti?
Keduanya jabat tangan.

Yoon Sung tidak percaya ini, untuk keuntungannya sendiri, Seo ingin membeli pesawat cacat? Kau jelas tidak bisa jadi Presiden.
Ini benar2 masalah jika orang macam ini mau jadi Presiden.

Yoon Sung minta Shik Joon menghubungi ayahnya, katakan pada Ayah rencana kita dan tentukan tanggal untuk aksi. Ayo kita habisi orang-orang ini.
Kita harus menghancurkan mereka!

Shik Joon tidak terlalu semangat dan berkata urusan yang harus ia lakukan sudah ia kerjakan, Shik Joon ingin pulang.
Ia ingin melihat tayangan cumi2 goreng di TV dan ingin beli penggorengan-nya :) gawat kalau sudah kecanduan Shopping TV haha..

Nana juga ada di hotel itu. Ia memeriksa ruangan untuk konferensi pers besok pagi.
Nana memeriksa langit2 dan dinding. Semua peralatan juga. Karena besok adalah hari besar.

Yeong Joo menghadiri perayaan Dol anak temannya. Congratulation!

Yeong Joo mengucapkan selamat, kau orang tua dari tiga anak, benar2 pahlawan!
Teman Yeong Joo berkata seharusnya Yeong Joo juga segera menyusulnya. Ini sudah lima tahun, kenapa masih belum ada kabar?

Yeong Joo tanya apa Sae Hee bicara sesuatu waktu datang tadi. Teman Yeong Joo kaget, Sae Hee? dia datang? Aku belum bertemu dengannya.
Giliran Yeong Joo yang kaget.

Sae Hee duduk di bar hotel. Minum sendiri sambil merenung. Yoon Sung melihatnya, ia menyapa Dr. Jin Sae Hee?
Sae Hee : Oh Lee Yoon Sung.
Sae Hee tidak menjawab telp Yeong Joo. Ia mematikan telpnya.

Yeong Joo bertemu Nana saat mencari Sae Hee. Nana berkata ia harus memeriksa ruangan konferensi pers untuk Capres.
Seo turun dan bertemu mereka, Jaksa Kim apa kau sekarang juga memeriksa pengawalku?

Yoon Sung heran melihat Sae Hee minum sendirian. Sae Hee menjelaskan, ia datang untuk pesta ulang tahun.

Sae Hee berkata ia senang bertemu Yoon Sung, tapi harus segera datang ke pesta. Sae Hee bicara sendiri, aku belum juga melahirkan sekalipun, tapi temanku sudah punya tiga anak.
Dia menikah karena aku. Tapi sekarang dia hidup lebih baik dariku. Ironis sekali.

Sae Hee berdiri dan kurang seimbang, tanpa sengaja menjatuhkan gelas. Membuat baju Yoon Sung basah.
Sae hee minta maaf. Yoon Sung tidak terlalu peduli. Tapi Sae Hee berkeras untuk mencuci kemeja Yoon Sung.

Tidak apa-apa, kata Yoon Sung. Kau sepertinya mabuk.
Sae Hee : Waktu itu kau membantuku juga. Aku tidak bisa pura2 tidak apa-apa.

Yoon Sung mengalah dan membiarkan Sae Hee melakukan yang ia inginkan. Keduanya jalan ke suite Yoon Sung.

Yeong Joo tentu saja melihat keduanya saat akan masuk lift.

Seo ke Nana, tolong pergi ke kamar no 26 lantai 19 dan katakan pada mereka kalau kau adalah pengawalku.
Seo minta Nana mengambil dokumen yang ia tinggalkan. Tidak perlu melihat dokumen apa, ambil dan berikan langsung padaku.
Nana : Saya mengerti.

Nana pergi ke lantai 19. Sampai di lantai 19, ia lupa. Kamar no 1926 atau 5..6? Ah bodoh. Baru beberapa menit, kau sudah lupa.

Nana gambling saja dan mengetuk salah satu kamar suite, tarra...Lee Yoon Sung membuka pintu. Lengkap dengan jubah mandinya.

Yoon Sung : Ya?
Nana kaget. Lebih syok lagi saat Jin Sae Hee muncul dibelakang Yoon Sung.

Belum sempat tanya apapun, Yeong Joo juga muncul.


Notes :

Ending City Hunter lumayan bersimbah darah. Tapi Yoon Sung dan Nana selamat, mereka hidup dan sehat.
Kasihan Jaksa Kim, sorry buat fans Kim Yeong Joo. Dia meninggal. Tragis lagi.
Lee Jin Pyo juga, tapi sudah diperkirakan kalau Om satu ini pasti meninggal. Adegan-nya juga mirip waktu Chou Yun Fat ditembak di serial Shanghai Bund jaman baheula :)

Bagusnya serial ini ada sequelnya. Dengan kasus berbeda, kali ini Nana benar2 tim-nya Yoon Sung sejak awal, kayanya seru.
Baru ep 6 dah omongin ending ya? sorry...karena lebih cepat nonton daripada menulis :)

CH 5