Tuesday, June 12, 2012

Bridal Mask episode 3

Lee Kang To menjadikan Mok Dan sebagai umpan untuk menangkap Gaksital. Gaksital muncul tapi Lee Kang To gagal menangkapnya.
Mok Dan lari bersama Gaksital dengan kuda. Konno Koji marah, ia tidak percaya kenapa Lee Kang to gagal, padahal semua tenaga sudah dikerahkan.

Kenji dan ayahnya, menyeringai sinis. Keduanya minta pertanggung jawaban dari Lee Kang To.

Kang To mohon pada Koji agar diberi satu kesempatan lagi. Ini kesalahan saya, saya berpikir bisa menangkap Gaksital dengan banyak sniper. Sekali saja, untuk terakhir kalinya. Tolong berikan saya kesempatan lain.

Koji : Baik, aku akan memberikan kesempatan terakhir padamu dan mempercayaimu sekali lagi.

Kenji marah, ia tidak mengerti kenapa Goji tidak mempercayai kata-katanya, padahal Kang To orang Korea.

Gaksital menurunkan Mok Dan di hutan, ia tidak menjawab pertanyaan Mok Dan. Gaksital pergi begitu saja.

Konno Koji akhirnya mengeluarkan foto Kimura Taro dengan Hakim Choi Myeong Sub. Koji tidak bisa mempercayai Taro berdasarkan hubungan Taro dan Choi. Gaksital juga meninggalkan tanda "Ki" yang sama pada mayat Choi, bendera merah saat penguburan Lee Gong, dan seragam judo ini.

Ini membuatku sangat gelisah. Chief Mura, apa kau bisa memberiku penjelasan tentang ini?

Kimura Taro mengutip pepatah, "Tidak ada yang berarti jika kau sudah meninggal." Bagiku, untuk bisa naik sampai posisi ini, aku tidak punya penyesalan. Tapi Chief, anda adalah lulusan dari universitas Hukum, apa anda tidak akan apa-apa?

Koji tertegun sejenak, lalu dengan santai menjawab : Ah karena mencemaskanku seperti ini, aku seharusnya berterima kasih.

Dengan kata lain Konno Koji hanya lulusan Universitas yang merintis karir dari bawah dan tanpa koneksi kuat, apa sanggup melawan Taro yang didukung organisasi berpengaruh?

Taro : Kalau begitu..saya mohon diri.
Taro membungkuk dan pergi. Kenji mengikutinya.

Setelah Ayah dan Anak Kimura itu pergi, Konno Koji marah besar. Dia benar2 berani mengancamku.

Kang To :Choi Myeong Sub, Lee Gong dan Kimura Taro. Saya yakin mereka adalah target utama Gaksital.
Koji : Kau harus menangkap Gaksital, dan mengungkap semua tindakan kotor mereka.

Kang to membungkuk : Saya pasti akan mengungkap mereka.

Kenji menemui Sasaki di penjara, ia ingin Lee Kang To dibunuh. Sasaki berkata Koji sudah tahu kalau ia pernah mencoba membunuh Kang To, bagaimana kalau ia ditangkap sebagai pembunuh.

Kenji minta Sasaki tidak perlu mencemaskan itu karena Sasaki "tidak pernah meninggalkan penjara satu langkahpun."
Sasaki menyeringai, ia suka ide itu. Bagaimana saya harus membunuhnya?

Kenji menghadap ayahnya dan lapor kalau ia sudah menyuruh Sasaki membunuh Lee Kang To kalau2 ia berhasil menangkap Gaksital. Kenji ingin Sasaki membunuh keduanya, Kang To dan Gaksital.
Kenji yakin Sasaki tidak akan membuat kesalahan lagi.

Taro tampak kesal, Konno sudah menghianati kita. Orang yang ingin memiliki Sekolah Jepang dan Kerajaan Jepang Yang Besar adalah Konno!
Kenji tanya apa yang harus mereka lakukan. Taro minta anaknya menyambungkan telp dengan markas besar di Tokyo.

Markas Besar Kishokai Tokyo
Ketua : Ueno Hideki (Kaya film-nya Kill Bill deh drama ini.)

Seorang pria duduk di depan Ueno, siap bertanggung jawab untuk kesalahannya.

Ueno mendengarkan. Pria itu berkata Ini terjadi 13 th lalu, ia hanya mendengar kalau Kwon Su Jeong (Hakim Choi Myeong Sub yang meninggal dibunuh Gaksital) sudah mengurusnya.

Ueno : Jadi kau yang bertanggung jawab untuk Kwon Su Jeong.
Pria itu minta maaf, tolong ampuni saya, Ketua.

Ueno mengangkat cawan tehnya, saatnya bagimu untuk mati secara terhormat. Sebelum kami meletakkan cawan teh kami.

Pria itu masih memohon, saya memiliki ibu yang sudah tua dan anak-anak.
ueno : Keluargamu akan diurus oleh Kishokai.

Pria itu berterima kasih dan membungkuk. Anggota lain juga mengulurkan cawan sambil teriak, Kishokai! Kishokai! Kishokai!

Pria itu membuka jubahnya dan melakukan seppuku, yaitu harakiri ala Jepang demi kehormatan. Ia menikamkan samurai pendek ke perutnya, lalu merobeknya sendiri.

Algojo Ueno sudah ada di sisinya dan langsung memenggal kepala pria itu.

Ueno menerima telp dari Taro. Taro minta maaf karena kesulitan menyelesaikan masalah Gaksital.
Ueno minta Taro mulai mencari anggota keluarga Lee Sun, karena Gaksital pasti ada hubungannya dengan Lee Sun.

Taro berkata meskipun demikian, Konno sudah tahu hubungannya dengan Choi Myeong Sub. Taro minta maaf, tapi ia membutuhkan bantuan Ueno.

Ueno mengeluh, pria terpelajar (Konno) selalu menimbulkan masalah, jika kau ingin menangkap dua ekor kelinci sekaligus, maka kau harus mengirim hyena lapar.
Taro berterima kasih. Ueno mengancam, kalau mereka kehilangan satu lagi anggota Kishokai dari Gyeong Sung, maka nyawa Taro sebagai taruhannya.

Taro membungkuk, ya, saya akan mengingat itu.
Ueno meletakkan telp dan pergi ke bagian dalam kediamannya. Ia masuk ke sebuah kamar.

Di kamar itu, para pelayan sedang membantu seorang wanita berdandan. Ia mengenakan kimono indah dan hiasan rambut mewah. Para pelayan keluar saat Ueno masuk.

Ueno mengulurkan tangan memeluk wanita itu. Lalu berkata, tempat yang selalu kau rindukan. Sudah waktunya bagimu untuk pergi ke Joseon.

Ueno Rie : Saya akan pergi, Ayah. Saya akan menginjak Joseon yang sudah menginjak-injak saya.

Mok Dan lari di tengah hutan, ia jatuh pingsan karena kelelahan.

Lee Kang to mencari Mok Dan ke hotel tempat anggota sirkus menginap. Ia memeriksa kamar Mok Dan, lalu ke kamar mandi, tanpa melihat belati yang digantung di pintu.
Kang to teriak memanggil Manager Song. Song lari2, ya saya disini.

Kang To tanya dimana wanita itu, yang tinggal di kamar ini. Dan juga wanita yang menari dengan pria yang wajahnya seperti kuda (pffft..).
Song tidak tahu dimana mereka, semua pelanggannya pergi setelah Lee Kang To datang.

Lee Kang To minta diambilkan buku catatan tamu. Song tampak panik. Kang to mengancamnya, jika Song tidak menulis data2 mereka, maka itu berarti pelanggaran dan bisnis Song akan ditutup selama 3 bulan.
Song ketakutan, ia harus mencari makan. Kang to pura prihatin dan berkata ia memberi waktu bagi Song untuk berpikir, darimana gadis itu berasal dan kemana ia akan pergi. Apa pekerjaannya. Hubungi aku kalau kau ingat.

Song telp pemimpin Sirkus Tuan Cho. Ia mengeluh, bisnisnya ditutup oleh pemerintah selama 3 bulan. Tapi ia tetap tidak mengatakan apapun. Sepertinya ia masih belum tahu kalau Mok Dan adalah anggota sirkusmu. Tapi hanya sejauh ini aku bisa membantumu.
Tuan Cho berterima kasihpada Manager Song.

Anggota sirkus lain menemui Tuan Cho dan tanya apa mereka akan tetap tampil malam ini. Cho mengiyakan. Anggotanya merasa cemas karena takut Lee Kang To akan muncul setiap saat. Apa kita pergi saja.
Ny. Oh : Kalau kita pergi, lalu bagaimana dengan Mok Dan?
Shin nan da : Apa dia itu putrimu?

Gye Sun yang sudah melaporkan Mok Dan, tidak mengerti kenapa Ny. Oh sangat mencemaskan Mok Dan. Seon Hwa tanya, apa Gye Sun sama sekali tidak mencemaskan Mok Dan.
Gye Sun : Untuk apa aku mencemaskannya? bukankah mereka berkata kalau Gaksital muncul dan menyelamatkannya? Dia beruntung.

Ny. Oh terkejut : Aa..apa katamu? kau..kau, gadis jahat..apa kau berharap Mok Dan meninggal? tunggu dulu..apa kau gadis yang melaporkan Mok Dan ke kantor polisi?

Gye Sun tampak panik, tapi ia berhasil menyangkalnya. Apa Ny. Oh melihatnya sendiri kalau ia melaporkan Mok Dan. Tuan Cho juga minta Ny. Oh tenang, semua sudah bergabung dalam sirkus ini, bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti ini. Ia minta semua konsentrasi mencari Mok dan saja.

Seon Hwa berkata kalau biasanya Gaksital akan menurunkan Mok Dan di sekitar Namsan atau pegunungan Bukhan.

Semua terkejut, pegunungan?

Hujan turun dan membuat Mok Dan sadar dari pingsan-nya. Ia langsung berdiri dan jalan dengan sempoyongan.

Mok Dan pegangan sebuah pohon, ia lelah sekali. Mok Dan bicara pada dirinya sendiri : Boon Yi, bertahanlah. Kau adalah putri Pemimpin Dam Sa Ri.

Mok Dan jalan terus dan melihat bangunan sekolah SD Namsan. Ia ingat kata2 Shunji, kalau ia mengajar di SD Namsan.

Shunji ada di dalam kelas, memainkan organ sambil memikirkan kata2 kakaknya. Shunji memejamkan mata, ia tertekan.

Tiba2 pintu terbuka. Shunji terkejut dan segera jalan menuju pintu. Mok Dan masuk dalam kondisi luka parah.
Shunji : Esther! aapa yang terjadi?

Mok Dan tersenyum lemah, ternyata benar kau. Shunji masih syok, bagaimana kau bisa terluka?
Mok Dan terjatuh dan berkata, s..sembunyikan aku. Lalu ia pingsan. Shunji teriak, Esther!

Shunji membawa Mok Dan yang pingsan pulang ke rumahnya. Ia naik ricksaw.
Dari arah berlawanan, ada Lee Kang To yang naik motor bersama Abe. Tapi keduanya fokus dengan pikiran masing2. Keduanya selisih jalan begitu saja.

Kang To masuk ke kantor polisi dan bertemu Kenji. Kenji marah, jadi kau. Kau yang sudah memberikan foto itu pada Konno, ya kan?
Kang To : Lalu, apa saya harus menyerahkannya pada anda, Kapten?

Kenji marah, atasan langsungmu adalah aku! bagaiamana kau bisa memberikan foto itu langsung ke Konno tanpa mengatakan dulu padaku?
Kang to : Pulanglah dan jangan cari masalah.

Kenji semakin marah, apa kau tidak mempedulikan apapun? Kau pikir semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginanmu? Kau sudah mengganggu singa yang tidur.
Kang to menyeringai, singa tidur? Aku seharusnya memasaknya dan memberikan-nya pada anjing peliharaanku di rumah.

Kenji memukul Kang To dan berkata seharusnya Kang To tahu posisinya. Ia jalan pergi dengan kesal, dasar arogan.
Abe membantu Kang To berdiri. Letnan, anda tidak apa-apa?

Shunji merawat Mok Dan di rumahnya. Mok Dan sadar, dimana aku?
Shunji : Esther, kau tidak apa-apa? Ini kamarku.

Mok Dan minta air minum. Shunji tanya apa yang terjadi. Mok Dan berkata kalau Lee Kang to ingin menjadikannya sebagai umpan untuk menangkap Gaksital.
Shunji terkejut, Kang To? Mok Dan juga terkejut, kau kenal Lee Kang To?
Shunji mengaku kalau Kang To adalah temannya.

Mok Dan tidak percaya, teman? lalu ia bergegas pergi. Shunji menahannya, kau mau kemana dengan penampilan seperti itu? Jika Kang To ingin mengejarmu, tempat ini adalah yang paling aman.

Tempat yang paling bahaya adalah yang paling aman.

Mok Dan melihat seragam Kang To, ia semakin syok, apa kau tinggal bersama pria itu? Shunji menenangkan Mok Dan, jangan cemas, ia akan sibuk mengejar Gaksital. Dia tidak akan kembali sampai ia menangkapnya.
Mok Dan terpukul, bagaimana kau bisa berteman dengan orang seperti itu? Lalu ia sadar, oh jadi begitu, kau bukan orang Joseon. Aku hampir lupa. Aku hampir lupa kalau kau adalah orang Jepang.

Tiba-tiba terdengar seruan, Shunji, Kakak kembali. Keduanya kaget. Lee Kang To pulang! Shunji panik. Ia keluar menunggu Kang To. Oh, kau pulang?

Kang To tampak lelah, ia tersenyum pada Shunji, apa ini..kenapa ayahmu bisa memiliki anak seperti dirimu? Kang to berterima kasih karena Shunji memilih berpihak kepadanya.

Shunji tidak terlalu peduli dengan percakapan mereka, ia bingung memikirkan Mok Dan yang sembunyi di dalam kamarnya, ah tidak perlu terima kasih. Aku yang minta maaf. Jangan lupa kalau itu adalah ayahku, Kimura Shunji, jadi jangan terlalu membenci kakak dan ayahku.
Kang To janji, kalau ia tahu yang sebenarnya, Shunji adalah yang pertama tahu, bahkan sebelum Konno Koji.

Shunji terkejut : Yang sebenarnya, apa maksudmu?

Kang To jalan masuk sambil berkata akan mengatakannya kalau sudah tiba waktunya.

Shunji juga masuk dan panik melihat kemeja Mok Dan terjepit diantara pintu lemari. Shunji duduk di bawah dekat lemari, ia menarik kemeja Mok Dan. Mok Dan menarik masuk kemejanya.

Kang to mulai ganti baju sambil cerita, susah sekali menangkap gadis itu. Benar2 menghancurkan image-ku di depan Gubernur Konno. Shunji tanya, siapa yang melarikan diri.
Kang To : Gadis yang melempar batu saat pemakaman Lee Gong. Aku ingin menggunakannya sebagai umpan untuk menangkap Gaksital.

Shunji : Umpan? wanita itu?
Kang to berkata kalau Gaksital menyelamatkan gadis itu sebanyak 3 kali, mereka pasti punya hubungan yang tidak diketahui orang lain..hubungan yang tidak sederhana.

Shunji seperti tidak percaya, Gaksital mungkin hanya menyelamatkan gadis itu karena ia rakyat Joseon yang ada dalam bahaya.
Kang To geleng2, kau tidak tahu apa-apa. Ayah kandungnya adalah Dam Sa Ri, jika aku bisa menangkapnya, tidak peduli itu Dam Sa ri atau Gaksital, aku bisa menangkap keduanya.

Mok Dan tampak tegang melirik Kang To dari dalam lemari.
Kang To heran, kenapa Shunji berdiri seperti itu di depan lemari, ia menggoda Shunji, apa kau menyembunyikan wanita di dalam?

Shunji menyangkal, apa katamu?
Kang To curiga, dasar polisi, ia menyuruh Shunji minggir, minggir! minggir. Shunji berusaha menghalangi Kang To, tapi sia-sia. Kang To sudah membuka pintu lemari. Ia tertegun.

Shunji tampak putus asa dan melihat ke dalam lemari, ia juga tertegun. Karena kedua pria itu disuguhi pemandangan punggung mulus Mok Dan. Mok Dan sengaja membuka bajunya dan pura2 sedang kencan dengan Shunji dan Kang To mengganggu mereka.

Kang To perlahan menutup lemari. Mok Dan menghela nafas lega. Pintar.

Kang To terdiam lalu menoleh ke Shunji, ia geli, dasar berandal. Aku pergi. Shunji tampak serba salah. Kang to jalan keluar sambil kipas2 dengan topinya, ah panas sekali. Ha!
Kang To lupa sesuatu, ia ingin kembali lagi tapi menggelengkan kepala, tidak aku tidak boleh. (Mengganggu mereka) haha.

Shunji menunggu Mok Dan memakai bajunya lagi. Mok Dan keluar dan berterima kasih atas bantuan Shunji. Shunji ingin mengambilkan makanan untuk Mok Dan tapi ditolak.
Mok Dan harus pergi. Shunji menahannya, gambar wajahmu ditempel di seluruh penjuru kota, kau pasti akan tertangkap.

Mok Dan berkata saat ini sedang hujan, siapa yang akan patroli malam-malam? (Lee Kang To?)
Shunji tanya apa ini karena dia adalah teman Kang To.

Mok Dan berbalik dan marah, apa kau tahu siapa dia? Ayahku tertangkap karena dia, ayahku dihukum mati karena dia. Dia bahkan berfoto dengan ayahku sambil tersenyum lebar.
Shunji menyerah, aku mengerti. Jadi ijinkan aku membantumu sekali ini saja. Aku tidak bisa membiarkanmu mati begitu saja.

Shunji meminjami Mok Dan kimono (mungkin kimono bibi pengasuhnya hehe), lalu mengantar Mok Dan dengan sepeda. Bunga seruni itu masih di keranjang.
Mereka melewati polisi tidur dan sepedanya berguncang. Otomatis Mok Dan memeluk pinggang Shunji dan membuat Shunji senyum lebar.

Shin Nan da mengeluh karena dipaksa menemani Ny. Oh dan Seon Hwa untuk mencari Mok Dan. Mok Dan itu bukan anak pemimpin, tapi kenapa Tuan Cho ingin mencarinya.
Ny.Oh marah, kalau kau mau mencari Mok Dan, berhenti mengeluh.

Mereka melihat Mok dan datang diantar Shunji. Mok Dan teriak memanggil Seon Hwa. Shin nan da langsung menangis dan berkata kalau ia sangat mencemaskan Mok dan bla..bla..membuat Ny. Oh kesal sekali.
Mok dan tersenyum lega melihat semuanya, semuanya baik2 saja, ya kan? Aku takut kalau kalian semua tertangkap karena diriku.

Ny. Oh membenarkan tidak ada yang terjadi, lalu tanya siapa Shunji. Shunji tampak kikuk. Seon Hwa mengerti, Shunji pasti tidak enak karena ia orang Jepang. Seon Hwa bilang kalau Shunji adalah guru adiknya.
Ny. Oh dan Shin nan da langsung menyambut ramah Shunji, pak Guru, apa anda yang sudah menyelamatkan Mok Dan?
Shunji : Saya..saya cuma..

Seon Hwa menyelamatkan Shunji lagi, ia menggandeng Shin nan da dan Ny. Oh, kenapa kalian tanya hal yang sudah jelas. Ayo kita jalan, Eonni kami pergi dulu..malam ini segar sekali kan?

Shunji tanya apa Mok Dan akan tetap di Gyeongsung. Mok Dan membenarkan, aku akan menunggu disini. Untuk ayahku.
Shunji : Jangan pergi keluar dulu untuk beberapa saat ini. Kang To adalah orang yang gigih.

Mok Dan tersenyum pada Shunji, jangan cemas. Shunji mengangguk lalu pergi.

Paginya, orang-orang mulai kerja di pasar seperti biasa. Kang san main dengan anak-anak.

Kang To mengumpulkan anak buahnya dan berkata ini kesempatan terakhir mereka menangkap Gaksital. Ini juga kesempatan terakhir menghapus penghinaan yang kita alami kemarin.

Kang to : Dia seorang ahli Taekyeon. Ia berhasil melumpuhkan lawan dengan satu pukulan, dia jelas memiliki kapalan di tangannya. Jadi kalau kau menemukan orang dengan kapalan di tangannya, tangkap mereka.

Kang To berangkat bersama pasukan ke pasar. Anak buah Kenji, Kosho dan Sasaki mengikuti Kang To diam2. Siap dengan senapannya.

Kang San masih main bersama anak-anak. Kang to tiba bersama pasukannya, mereka berbaris. Kang San melihat Kang To sambil menghela nafas.

Kang to bicara pada sesama orang Korea, Gaksital pasti ada diantara kalian disini. Dalam hitungan ke-3 serahkan dirimu dan keluarlah.

Kang to menghitung sampai 3, tapi tidak ada yang mengaku. Ia teriak : Cari!

Polisi Jepang dengan brutal mengacak-acak pasar,memukuli orang, dan menangkap mereka. Terjadi chaos.
Kang San melihat kebrutalan adiknya dengan wajah sedih.

Semua pria Korea yang dicurigai sebagai Gaksital dipaksa berlutut berjajar. Kang to memeriksa tangan mereka satu per satu. Ia kesal dan memerintah semuanya dibawa ke dalam truk.

Kang to melihat pria yang waktu itu memukuli Kang San dan ia menyerang pria itu dengan brutal.

Kang San tidak tahan melihatnya, ia merangkul Kang To dari belakang, Kang To! Kang to!
Kang to marah, ia berusaha melepaskan kakaknya, tapi Kang San kuat sekali dan Kang To benar2 tidak berkutik. Lepaskan! lepaskan!

Kang San menangis, dia bukan orang jahat. Kang To jangan! jangan! Orang itu masih teriak mengancam Kang To.

Kang To berhasil melepaskan diri dari Kang San, ia marah dan menendangi kakaknya. Kang To gelap mata dan teriak, mati! mati! Kenapa kau tidak mati saja! Aku tidak butuh kakak sepertimu! Mati! Mati!
Kang San diam saja ditendangi Kang To seperti itu. Kang to masih teriak, kau adalah penghalang dalam hidupku, brengsek! Aku tidak membutuhkanmu! Mati saja! mati!

Kang San hanya berguman : Kang To,..hyung ..minta maaf.

Ibu datang sambil berlari, Kang San! Kang San! Ibu mendorong Kang To, kenapa kau melakukan ini pada kakakmu?

Kang to : Sampah itu sudah cukup untuk membuat orang menjadi gila!
Ibu menampar Kang To dengan keras.
Kang To marah, Apa ibu masih sangat menyayangi hyung? kerja keras untuk merawatnya. Apa ibu tidak pernah menyalahkannya karena jadi idiot karena gerakan kemerdekaan itu?

Ibu : Ini adalah dunia dimana orang dengan pikiran waras akan sulit bertahan. Lebih baik seperti ini. Dibandingkan dirimu yang bertingkah bagai orang gila, 100 kali lebih baik untuk hidup tanpa pikiran waras. Kumohon...hentikan, tidak peduli sekuat apa kau mencoba, kau tetaplah rakyat Joseon.
Apa kau bahkan ingin menukar darah yang mengalir dalam tubuhmu?

Kang to gemetar menahan marah, aku ..adalah Sato Hiroshi! Bukan Lee Kang To! (Orang Jepang memaksa rakyat jajahannya menggunakan nama Jepang)

Ibu juga marah, kalau begitu menghilanglah! menghilang saja! Keluarga Lee tidak bisa memiliki anak Jepang seperti dirimu. Menghilanglah!
Kang to pergi dengan kesal.

Ibu menolong Kang San, Kang San..apa kau tidak apa-apa? Ini Ibu.
Kang San hanya menangis, Ibu..ibu..tapi sorot matanya saat memandang Kang To tampak sedih.

Manager Bong lari masuk ke dalam klub, berita besar..berita besar! Teman2 Lee Kang To, sedang asyik main kartu. Meri menghela nafas, apa remaja yang sedang belajar ciuman tertangkap basah?
Bong : Lee Kang To, si brengsek itu ..seharusnya mati saja.

Meri kesal, manager Bong! Bong geram tapi ia tidak bisa apa-apa. Semua orang mau tua atau muda, dipukuli.
Teman Kang To, Lee Hae Seok menyindirnya, manager Bong membenci Kang To rupanya. Bong langsung menjaga sikapnya dan menyingkir dari meja itu.

Lee Hae Seok menghela nafas, Kang To putus asa menangkap Gaksital, ia sudah menemukan lawan yang tangguh kali ini. Ayahnya juga selalu ketakutan karena Gaksital. Dia selalu sakit kepala, sakit gigi, gangguan pencernaan dan insomnia.

Pemilik Bar menyindir, ayahmu seharusnya lebih mengawasi ibu tirimu. Kudengar ia bisa menyeleweng setiap hari.

Lee hanya nyengir, gosipnya sudah menyebar dengan cepat. Tapi cuma ayahku saja yang tidak tahu, semua orang di Gyeong sung tahu. Ayahku tidak punya waktu mendengarnya karena sibuk mencemaskan negara.

Kediaman Count/Poguk Lee Shi Young. Count Lee sudah siap bermesraan dengan istrinya, ia menyiapkan musik dll. Sayang..
Diane Lee keluar, dengan baju lengkap. Seperti akan keluar rumah. Lee memandang istrinya dengan kesal, kau mau kemana?

Diane mengeluh, jika kita terus di dalam rumah, bagaimana kita bisa tahu apa yang terjadi di luar? Istri Gubernur juga ingin bertemu denganku.
Count Lee marah, bagaimana kau bisa berpikir pergi di saat seperti ini? Tidak boleh.

Diane kesal, tapi ia tetap senyum dan membujuk suaminya, aku akan pergi sebentar saja dan akan mampir ke RS. Count Lee heran, kenapa kau mau ke RS?
Diane : Kau sibuk dengan urusan negara, kau jadi sakit kepala, sakit gigi, dll. Ini sangat menyedihkanku, jadi aku ingin minta obat.

Count minta istrinya tidak memberinya obat tidur lagi, bagaimana jika aku mati setelah minum pil itu? Diane ketawa, baiklah, aku akan segera kembali secepat angin.
Count hanya bisa duduk menunggu istrinya sambil main kartu solitaire.

Kang to melihat orang2 Korea itu diturunkan dari truk, ia akan menggunakan mereka sebagai umpan.
Kang to menyusun strategi bersama Abe. Ia ingin menempatkan sniper di beberapa lokasi. Abe mengerti.

Kang To masuk ke ruang penyiksaan. Pria yang dulu memukuli Kang San itu sudah berdarah-darah. Ia tanya siapa sebenarnya Gaksital, kau pasti tahu.

Pria itu menyeringai, aku tahu. Tentu saja aku tahu. Jika kau ke pasar, semua adalah Lee, Kim, dan Park yang diinjak oleh anjing2 ini (Jepang), mereka semua adalah Gaksital.
Kang To marah dan semakin menyiksa pria itu.

Kang San jalan masuk ke kantor polisi, ia mencari Kang To. Lalu jalan ke arah ruang penyiksaan.

Kang San mendengar teriakan2 dari dalam, dimana Gaksital??!! Kang San hanya menghela nafas.

Kenji melihat Kang San dan teriak, kau pikir ini dimana?

Kang San waspada, lalu berbalik dan jadi Kang San idiot lagi. Kang San mengangkat tangannya dan mengatakan Kaizar Bansai! Banzai!

Kenji hanya menggeleng dan teriak memanggil Koiso, singkirkan orang ini! Koiso menyeret Kang San keluar.

Kang San teriak2 Kang To..Kang to..ini hyung.
Kang to keluar dan melihat kakaknya, tapi ia tidak peduli dan jalan terus.

Kang san dilempar keluar. Ia jatuh bergulingan di halaman kantor polisi. Kang San menangis. Ia ingat semua teriakan dari rakyat Joseon.

Orang tua Joon In, salah satu korban pemukulan Kang To memohon pada Dr. Woo untuk menyelamatkan anaknya. Kami tidak tahu kemana polisi membawanya, tapi ia koma setelah itu, tolong selamatkan dia dokter.

Woo Byung Joon menolak, RS ini adalah afiliasi dari RS pemerintah dan hanya melayani orang Jepang.

Ayah Joon In marah, omong kosong apa ini? Apa maksudmu, meskipun semua rakyat Joseon mati, kau tetap tidak akan mengobati kami?

Woo tampak tidak peduli. Justru ia tergopoh, gopoh saat melihat mobil Diane Lee masuk ke halaman RS.
Diane mengeluh kalau suaminya sakit2an dan membutuhkan obat.

Woo : Oh tidak...kalau begitu itu masalah besar, silahkan masuk.
Keduanya jalan melewati keluarga Joseon yang menangis di depan pintu. Diane hanya mendengus saja melihat mereka.

Keluarga itu semakin merana saat putra mereka akhirnya meninggal dunia di pelukan ibunya.

Diane Lee dan Woo masuk ke dalam kantor. Woo pura2 mencemaskan Diane dan Diane mengeluh panjang pendek. Woo pindah duduk di samping Diane, kau pasti terkejut saat Choi Myeong Sub terbunuh ya kan.
Woo meraih tangan Diane, lalu pura2 menghiburnya. Mereka ngobrol tidak jelas dan akhirnya Woo mencium Diane.

Keduanya sibuk dan tidak sadar saat jendela terbuka. Gaksital masuk, ia jalan tanpa suara. Gaksital menotok tengkuk Diane. Diane langsung pingsan.

Woo terkejut dan berusaha lari tapi dengan segera ditahan Gaksital. Kau berkata RS ini hanya merawat orang Jepang? apa tidak cukup menghinati rekanmu sendiri, sekarang kau bahkan menyalah gunakan keahlian pengobatanmu demi kekuasaan?
Dan kau masih berani menyebut dirimu seorang dokter?

Woo curiga : Apa kau mengenal almarhum Lee Sun?
Gaksital tidak menjawab dan mengancam Woo, kau akan membayarnya. Ia menyodorkan telp pada Woo. Gaksital minta Woo bicara pada kantor polisi.

Kebetulan Kang to yang menerimanya. Woo minta Kang To melepaskan orang2 Joseon yang ditangkapnya.
Kang to terkejut lalu sadar kalau Woo dan Ny. Diane disandera Gaksital.

Kang to langsung mengerahkan pasukan ke RS. Kenji mengikutinya bersama Koiso dan Sasaki.

Kang to berhenti beberapa meter dari RS, lalu menyebar sniper. Ia jalan lagi ke RS dan menurunkan sanderanya.

Kang to teriak, Gaksital! Aku Lee Kang To, kau mendengarku? Seperti yang kau inginkan, aku membawa tahanan. Sesuai janji, kau harus melepaskan Dokter dan Ny. Lee.

Kenji juga datang, ia tanya apa yang terjadi. Kang To menghormat. Diane lee dibawa keluar. Ia syok. Kenji tanya apa Ny. Lee baik2 saja.

Diane menunjuk tahanan Kang to. Asistennya berkata kalau Gaksital minta mereka melepaskan orang2 itu dulu.

Kang to tanya dimana Gaksital. Diane menunjuk ke atas.

Gaksital ada di sana, ia mengikat Dokter Woo. Dan mengancam akan melempar Woo jika mereka tidak melepaskan tahanan.

Kenji panik, ia minta orang2 itu dilepas dulu, demi keselamatan Woo. Jika Woo meninggal, ayahnya bisa dihukum mati Kishokai.
Kang to membebaskan tahanannya. Orang2 Korea itu segera melarikan diri.

Kang to teriak, Gaksital..kau harus membebaskan Direktur Woo..
Gaksital menjatuhkan Woo Byung Joon. Semua syok melihatnya. Diane teriak histeris.

Tubuh Woo tergantung diudara dengan tali, ia pingsan karena syok. Kenji dll segera membebaskannya.

Gaksital lari. Kang to menembaknya tapi meleset. Beberapa sniper menembak Gaksital dan berhasil mengenai kakinya. Oh Kang San..No!
Kang to melihatnya tapi tidak bisa menembak.

Kang to lari mencari Gaksital sambil membawa senjata. Sasaki juga siap membidik Kang to.

Gaksital melempar Sasaki saat ia hampir menembak Kang To. Gaksital justru mengejar Sasaki. Sasaki melarikan diri. Gaksital memukulnya, keduanya berkelahi.

Gaksital berhasil melumpuhkan Sasaki. Tiba2 ia mendengar suara senjata dikokang, klik.

Gaksital berbalik dan berhadapan dengan Kang To.
Kang to : Bingo. Senang bertemu denganmu Gaksital.

Kang To menembak tongkat Gaksital, lalu menembaki Gaksital, sambil bicara, kau ini licin sekali. Apa kau pikir kau juga bisa melarikan diri saat ini? Kau pikir kau bisa menyelamatkan rakyat Joseon?
Apa kau pikir kau akan jadi pahlawan? Orang seperti dirimu yang menggunakan cara ini untuk menunjukkan patriotismenya seharusnya dibunuh saja.

Kang San bicara dalam hati : Kang to..Kang To ini aku, hyung. Aku kakakmu.

Kang to : Banyak yang ingin kudengar darimu. Kenapa kau membunuh Choi Myeong Sub? Apa hubungannya dengan Kimura Taro? Ayo kita pergi.

Sasaki tiba2 melempar pisau ke arah Kang to. Gaksital menghalanginya dan menerima pisau dari Sasaki.

Kang to reflek menembak Sasaki. Kang To terkejut, apa kau...apa kau tadi baru saja menyelamatkanku? Kenapa? Siapa kau? Buka topengmu!

Kang to berusaha membuka topeng Gaksital. Siapa kau sebenarnya???!!!

BM [1], [2]