Showing posts with label Korea. Show all posts
Showing posts with label Korea. Show all posts

Saturday, February 11, 2012

10 ton koin dilemparkan ke Cheonggyecheon selama 6 tahun.

Cheonggyecheon stream itu seperti sungai buatan yang mengalir di tengah kota Seoul. Dulu wilayah ini adalah jalan aspal. Tapi sejak th 2003, mantan Walikota Seoul yang sekarang Presiden, Lee Myung Bak mengembalikan lokasi ini jadi sungai kecil lagi seperti sekarang.

Lee sangat jeli dan ternyata lokasi ini telah lama menjadi daya tarik wisata di kota Seoul. Kebersihan yang terjaga membuat Cheonggyecheon stream sering dijadikan lokasi piknik masyarakat atau sekedar jalan2 setelah sehari kerja.

Oktober 2005, pengelola membangun kolam harapan saat restorasi sungai. Dan sejak itu ada 1,07 juta koin telah dilemparkan ke dalam kolam. Koin yang dikumpulkan panjangnya mencapai 2,5 km dan beratnya 10 ton lebih, menurut Seoul Metropolitan Facilities Management Corp.

Quite romantic, isn't it?

Jadi selama 6th ini, mereka sudah mengumpulkan lebih dari 68,73 juta Won hanya dari koin2 itu.

Tahun lalu, mereka mengumpulkan 214 macam koin dari seluruh dunia. Total 32,04 juta Won. 3,4 kali lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Diantara koin2 itu, 5.612 koin (terbesar) berasal dari Yen Jepang, 5.041 dari Thailand, 3.934 dari China dan 2.444 dari Amerika Serikat. I wonder..ada yang dari Indonesia ngga ya?

Mereka akan menyumbangkan dana yang diperoleh dari kolam ini untuk sosial. Koin yang terkumpul tahun lalu sudah diserahkan pada Community Chest of Korea dan UNICEF.

Menurutku ini hebat, mereka bahkan sampai menghitung koin secara mendetil dan ada laporan diserahkan ke mana saja. Bahaya kalau Tuan Krab tahu, ia pasti buru-buru nyemplung ke kolam untuk kumpulin koin.

Source : Hancinema

Kenapa banyak selebritis Korea yang menderita depresi?

Pengakuan beberapa selebritis terkenal Korea kalau mereka menderita panic-attacks atau serangan panik mendadak membuat syok para fans.

1. Lee Kyung Kyu (52th) Komedian senior
Mengaku telah menjalani pengobatan untuk mengatasi panic-attacks selama 4 bulan. "Aku selalu merasa tercekik dan takut akan kematian", kata Lee.

Pengakuan Lee yang selalu tampil ceria dan riang di TV sebagai entertainer yang berpengalaman membuat pemirsa tertawa sangat mengejutkan fansnya.
Karena dua tahun lalu ia pernah meraih Daesang (Dec 25, 2010) untuk acara KBS2TV‘s Qualifying Men yang sukses membuat penonton-nya ketawa terus.

2. Penyanyi Kim Jang Hoon, pingsan Oktober lalu saat ia akan tampil di panggung untuk acara konser di Seoul dan harus masuk RS.
Dia mengeluh kelelahan, insomnia dan detak jantung yang sangat cepat.

3. Cha Tae Hyeon, artis komedian terkenal.
Drama dan film-nya sudah banyak dikenal masyarakat. Ia mengaku kalau tahun lalu ia juga berjuang dengan panic disorder. "Aku mulai menderita penyakit ini saat seorang aktor top dikasting dalam drama TV rival setelah acaraku terus menunjukkan rating rendah."

Cha Tae Hyeon juga pernah pingsan dalam sebuah penerbangan dan minta masker oksigen. Dia juga harus memanggil ambulance 30 menit sebelum acara konser di Amerika Serikat.

4. Kim Ha Neul
Mengaku menderita hal yang sama saat berperan sebagai wanita tuna netra dalam film 'Blind' tahun lalu. "Kepanikanku juga membuatku menjadi claustrophobia dan aku merasa sangat kesulitan mengerjakan film lebih dari dua jam di dalam ruangan kecil."

5. Jun Jin, veteran boy band Shinhwa
Ia sering merasa resah berlebihan, takut jika panggungnya runtuh saat ia menyanyi.

6. Ha Yoo Mi, aktris
Ia merasa sulit bicara saat diatas panggung dan panic-attacknya membuat lidah dan wajahnya kaku.

7. Choi Jeong Won, penyanyi. Mantan grup duet UN
Ia harus meninggalkan karir bernyanyinya saat panic-attacknya semakin parah di th 2006. Penyakit ini membuat tangan dan kakinya gemetaran dan membuatnya sulit bernafas saat rekaman album.

Para ahli mengatakan kalau 2 dari 3 orang untuk setiap 100 orang menderita panic disorder di Korea. Sementara penyakit ini mempengaruhi 11% dari orang Amerika. Mereka berkata wanita kebanyakan menderita ini dibanding pria.

Psikiater Park Jin Saeng : Orang ambisius, perfeksionis dan yang sering demam panggung cenderung menderita panic disorders.

Park adalah psikiater mendiang Choi Jin Sil. Menurutnya, Entertainer dan politisi lebih besar kemungkinan-nya menderita kelainan ini dibanding orang lain.
Park berkata kalau selebriti mendapatkan kekuatan saat popularitas mereka naik, tapi saat mereka tidak lagi dalam sorotan, mereka merasa kehilangan dan menjadi gelisah, sering berakibat insomnia, depresi dan bergantung pada obat-obatan.

Tapi menurutku ini juga terjadi karena :
Tekanan berlebihan dari masy Korea/pemirsa Korea yang kadang sulit memisahkan entertainer dengan manusia biasa. Entertainer adalah manusia, tapi mereka sering menuntut entertainer hidup seperti dewa-dewi khayalan mereka. Selalu tampak cemerlang dan murni.
Tekanan dari industri hiburan, agensi dan persaingan yang super ketat.

Satu contoh, coba lihat bts TMTETS yang diambil saat hujan salju lebat 1 Feb 2012 lalu. Itu benar2 keterlaluan, mereka harus tetap syuting di saat salju turun deras sekali dan pasti suhunya gila2an dinginnya. Sampai harus memakai kantung2 pemanas dalam hanbok mereka.
Maksudku, memangnya syuting tidak bisa ditunda apa, kasihan sekali. Hebatnya lagi, mereka tetap menunjukkan profesionalisme. Tapi ya keterlaluan aja.

Source : Chosunilbo

Monday, January 23, 2012

Shin Jeong Ah scandal, the real story behind Miss Ripley

Shin Jeong Ah, lahir tgl 28 April 1972. Mantan Asisten Profesor Dongguk University dan kepala kurator Sungkok Art Museum.

Shin Jeong Ah mengaku memiliki gelar BFA (Bachelor of Fine Arts) th 1994 dan MBA th 1995 dari University of Kansas dan Ph. D dari Yale University th 2005. Ia melakukan ini agar diterima di Dongguk University.
Disertasi yang diakuinya, sebenarnya adalah milik Ekaterini Samaltanou-Tsiakma (University of Virginia th 1981).

Pendidikan asli Shin Jeong Ah adalah SMA.

Shin berhasil kerja di Universitas Dongguk atas pengaruh dari kekasihnya, Byeon Yang Kyoon. Byeon adalah anak buah mantan Presiden Roh Moo Hyun.
Karena skandal itu, Byeon dihukum 160 jam pelayanan umum. Keduanya dipenjara tgl 11 Oktober 2007. Shin dipenjara selama 18 bulan.

Foto-foto tanpa busana Shin saat dipenjara dicetak di halaman surat kabar Munhwa Ilbo. Tapi banyak ahli seni yang meragukan keaslian foto itu.
Salah satu rekan kerja Shin Jeong Ah berkata ia tidak melihat bekas luka di lengan Shin. Karena Shin adalah salah satu korban saat Sampoong Dept Store roboh th 1995 lalu.

Shin Jeong Ah dan pengacaranya menuntut Munhwa Ilbo. Koran itu akhirnya menulis permintaan maaf tgl 18 Okt 2007, tapi permintaan maaf itu tidak membuat Korea Sexual Violence Relief Center puas.

Shin Jeong Ah akhirnya menerima 150 juta Won sebagai kompensasi pada Des 2008.


Shin Jeong Ah - Book

Saat ini Shin Jeong Ah meluncurkan buku otobiografinya, dengan judul '4001' (No pengenalnya saat di penjara). Diluncurkan Maret 2011, di Lotte Hotel dan langsung terjual lebih dari 20 ribu kopi. Harga buku 14 ribu Won

Dalam bukunya, Shin mengungkapkan hubungannya dengan semua orang yang memiliki nama terkenal. Termasuk mantan Presiden Roh Moo Hyun. Mantan PM Chung Un Chan, mantan juru kampanye kepresidenan Byeong Yang Kyoon dan mantan Reporter Chosun Ilbo yang ia sebut dengan inisial "C".

Shin dan Roh Moo Hyun bertemu setelah nenek Shin yang kenal dengan Presiden sebelumnya meminta Roh untuk memperhatikan cucunya.

Shin : "Roh ingin tahu apa pekerjaanku dan mendengar pemikiran rakyat biasa tentang kebijakan-nya. Dia mengatakan padaku kalau aku menarik perhatian orang dan tanya apa aku ingin mendapat posisi lebih besar."

"Setelah itu, ia ingin mengetahui komentarku setiap ia memberikan pernyataan atau setelah melakukan pertemuan dengan media. Setelah mendengar komentar2ku beberapa kali, ia berkata kalau aku mungkin cocok untuk posisi PR atau juru bicara."

Shin berkata kalau Roh menunjukkan ketertarikan padanya tapi tidak memberikan pertolongan langsung padanya.

Shin dan Byeon
Mengenai Byeon Yang Kyoon yang disebut sebagai kekasih dan orang yang telah memberinya posisi Profesor : "Dia adalah ayahku, temanku, dan kekasihku. Hubungan kami rumit, diatas cinta atau perzinahan."

Shin juga menunjukkan e-mail2 yang dikirimkan Byeon padanya dan menggambarkan kencan mereka, ciuman pertama dan hubungan seksual mereka.

Shin belum bertemu dengan Byeon lagi setelah skandal itu. Aku merasa itu bukan hal pantas untuk dilakukan.

Saat ditanya kapan hubungan mereka jadi serius. Shin berkata tidak tahu. Dia jauh lebih tua daripada aku dan awalnya aku tidak pernah membayangkan kalau kami akan jadi kekasih.
Ini tidak dimulai dengan affair yang panas. Satu hari, dia ada di sana. Ini benar2 hubungan yang kacau sejak awalnya dan bukan hanya karena beda 23 th usia kami. Aku tidak pernah membayangkan menikahinya. Tapi meskipun aku ingin memutuskan hubungan dengannya, itu juga tidak mudah.

Yang paling memalukan bagi Shin adalah capnya sebagai seniman penipu yang menggunakan daya tarik seksual untuk mendapatkan perhatian. Ini adalah hal yang paling memalukan yang pernah terjadi padaku.
Itulah mengapa aku menulis semua fakta tentang hubunganku dengan Byeon. Dari pertama bertemu sampai kami berpisah.


Shin dan Chung Un Chan


Shin mengungkapkan kebrengsekan Chung. Chung berkata kalau ia menyukai Shin dan mengajaknya bertemu malam hari di hotel bar beberapa kali dengan alasan urusan bisnis.

Shin dan Reporter C, yang sekarang anggota Dewan Nasional.
Shin berkata kalau C melakukan pelecehan seksual padanya di karaoke bar sebuah hotel dan dalam taksi. "Setelah insiden itu, aku tidak lagi mengenakan rok."

Bukunya memang terjual laris, tapi figur terkenal yang disebut namanya juga mengajukan gugatan.

Chung Un Chan berkata kalau itu hanya tuduhan Shin Jeong Ah dan tidak berharga untuk dibahas.

Sementara reporter C berkata kalau Shin adalah pembohong besar dan ia akan menuntut Shin beserta penerbit buku itu.

Banyak orang yang tersinggung dengan isi buku Shin, mereka tidak suka kalau Shin mendapatkan ketenaran dan uang setelah apa yang dilakukannya. Apalagi karena banyak orang yang memilik gelar asli sulit meraih posisi di Universitas dan Shin Jeong Ah mendapatkan segalanya dengan gelar palsu.

(Menurutku, ceritanya lebih seru dari dramanya.)

Ketika ditanya apa Shin menyesal?
"Saat orang lain belajar keras, aku memilih jalan yang mudah dan mencoba mendapatkan gelarku dengan membayar orang lain untuk melakukannya. Aku mengambil jalan yang salah. Ada kalanya aku takut ketahuan, tapi sekarang saat semuanya sudah terungkap, aku merasa lebih baik."

Source : 1, 2, 3, 4, 5, 6
Related link MR 1+2

Thursday, November 10, 2011

Danjong Cultural Festival

Source : sunxez, King Danjong and Queen Jeongsun

Festival khusus untuk Raja Danjong (Raja ke 6 Joseon). Raja yang mungkin memiliki jalan hidup yang paling tragis sepanjang 500 th sejarah Dinasti Joseon.

Danjong diangkat jadi Raja menggantikan ayahnya saat berusia 12 th. Tapi ia segera diturunkan dari takhta oleh pamannya Suyang Daegun (Raja Sejo) dan dibuang ke Semenanjung Cheongnyeonpo di Yeongwol.
Atas perintah Raja Sejo, ia dipaksa minum racun di kediaman Gwanpungheon dan meninggal dunia dalam usia 17 th.

Raja Sejo ingin membuat kematian Danjong seperti kecelakaan, sehingga ia mengurung Danjong dan memanaskan ondol (pemanas lantai) yang menyebabkan kebakaran di pondok Danjong.

Untuk memperingati ini, Kediaman Yeongwol mengadakan Festival Budaya Danjong setiap tahun sejak th 1967 untuk menenangkan roh Raja Danjong dan anak buah setianya.
Festival ini diadakan di makam Raja Danjong - Jangneung Royal Tomb, Rumah Gwanpungheon dan tepi sungai Donggang.

Dari ke-27 Raja Dinasti Joseon. Raja Danjong adalah satu-satunya Raja yang tidak diberikan upacara khusus kerajaan saat pemakamannya.

Gukjang, atau upacara pemakaman kenegaraan diadakan pertama kali pada th 2007. Sekitar 550 th setelah kematiannya.

Upacara ini dimulai dari Rumah Gwangpungheon, iring-iringan pemakaman meninggalkan Deokpo-ri, melewati Jembatan Donggangdaegyo ke Jangneung Royal Tomb. Ritual di Kuil Changjeolsa dan upacara terakhir di Jangneung Royal Tomb.

Festival ini diadakan setiap : Akhir April s/d Awal Mei. Untuk th ini sudah selesai, tgl 29 April s/d 5 Mei 2011.

Alamat : Gangwon-do Yeongwol-gun Yeongwol-eup.
Info : +82-33-370-2226~7


Source : sunxez Festival Danjong ke-44




Source : sunxez

Source : DCF
Related link : PM

Friday, September 30, 2011

Korea - Indonesia Week Schedule

K-Pop Singer Concert tgl 2-3 Oktober 2011 Gandaria City
Jam 18:30 Exhibition Hall lt. 3
Artis yang tampil : Andy-Shinhwa, Lee Jun Ki, Lee Dong Gun, Park Hyo Shin, Yoo Seung Chan, Jung Jae Il dan Choi Jin dari Epik High grup.

K-Pop Contest tgl. 28-29 Sept 2011 (Qualifying), tgl. 2 Oktober 2011 (Final)
Lokasi : Gandaria City

Korean Food Festival tgl. 1-2 Oktober 2011 Gandaria City

Korean Film Festival tgl. 28 Sept - 4 Oktober 2011 Gandaria City Cinema XXI
Film yang diputar :
1. Finding Mr. Destiny
2. Harmony
3. 71 Into the Fire
4. Detective K
5. A Barefoot Dream
6. The Sword with No Name
7. The Good The Bad The Weird

Korean Ambassador Cup, National Junior Taekwondo Championship tgl. 27-29 Sept 2011
Tennis Indoor Senayan
Kategori : 600 kyorugi dan 130 poomsae

Korean Traditional Painting Exhibition tgl. 29 Sept s/d 13 oktober 2011
Lokasi : Korean Cultural Center Jakarta.
Akan menampilkan karya 26 artis modern

Untuk informasi, telp Korean Cultural Center Indonesia : +62 21 2903 5650

Note : Hyun Bin tidak akan tampil dalam acara ini. Dia akan datang sebagai utusan pemerintah. Bukan dalam rangka keartisan-nya.

Friday, May 27, 2011

Chae Dong Ha bunuh diri

Chae Dong Ha, mantan leader dan juga vokalis utama grup K-Pop SG Wannabe bunuh diri di apartemen-nya di Bulkwang-dong, Seoul.

Chae Dong Ha ditemukan menggantung dirinya oleh managernya, sekitar pk. 10:55 pagi di rumahnya kemarin tgl 27 Mei 2011. Chae Dong Ha bunuh diri setelah mengalami depresi.

Polisi secara resmi mengumumkan kematian Chae Dong Ha pukul 3:20 Sore, kalau penyanyi ini bunuh diri dengan menggunakan dasi di lemarinya. Dalam penyelidikan, dokter Chae Dong Ha bersaksi kalau penyanyi ini menderita depresi dan insomnia. Dokter sudah memberikan obat depresi untuk Chae Dong Ha dan manager barunya menyatakan kalau dia baru mengetahui tentang penyakit Chae Dong Ha 6 bulan lalu.

Ibu Chae Dong Ha sama sekali tidak tahu tentang depresi dan insomnia ini.

Ibu Chae : Dia sangat sibuk pergi-pulang dari Jepang untuk aktifitasnya. Aku tidak tahu kalau dia sudah kembali ke Korea. Dia sangat sibuk dalam pekerjaan-nya 3 th terakhir, dan aku selalu berpikir kalau dia hanya tenggelam dalam kesibukannya. Aku sama sekali tidak berpikir kalau dia sedang mengalami sesuatu yang sangat berat. Dia tampak baik-baik saja.

Bersama dua rekannya di SG Wannabe, Kim Yong Joon dan Kim Jin Ho

Chae Dong Ha melakukan debut di th 2002 sebagai solo artis dengan "Na Ture" lalu bergabung dengan SG Wannabe th 2004.
Dia tetap di grup ini sampai th 2008, lalu memutuskan untuk bersolo karir. Sebelum kematiannya, dia sedang sibuk menyiapkan konser ulang tahun-nya yang ke-31 tgl 18 Juni 2011 mendatang.


Berita tambahan :

Mantan manager Chae Dong Ha ternyata juga bunuh diri dua tahun lalu setelah mengalami depresi. Dia menghisap gas di kamar hotel. Insiden ini membuat Chae Dong Ha sangat sedih sehingga tidak tidur dan makan selama 3 hari.

Actually, what's going on in Korean Celebrities live? Sigh......



source : soompi

Thursday, February 10, 2011

Sutradara muda meninggal karena kelaparan

"Ini memalukan tapi aku belum makan apapun selama beberapa hari. Tolong ketuk pintu jika kau punya nasi matang dan kimchi untuk dibagi".

Itu adalah pesan yang tergantung di pintu kamar apartemen Sutradara Film pendek dan juga penulis skenario Choi Ko Eun, yang ditemukan meninggal dunia oleh tetangganya.

Choi Ko Eun, 32 th (my God, hanya 3 tahun lebih muda dari aku sigh..) meninggal dunia setelah menderita sakit kronis dan kesulitan keuangan. Di tengah kehidupan selebriti Korea yang glamor ada juga cerita seperti ini ya.

Choi Ko Eun, Sutradara "Passionate Sonata" (2006) ditemukan sudah meninggal dunia oleh tetangganya 29 Jan 2011. Di rumahnya di Anyang, Propinsi Gyeonggi. Mayatnya sudah dikremasi tgl. 1 Feb 2011.

Kematiannya menarik simpati dan membuat kegoncangan di internet (khususnya Korea), ratusan netizen mengucapkan bela sungkawa atas kematiannya.

Menurut Kepolisian Anyang, Choi sudah menderita hyperthyroid dan sakit pankreas tapi tidak mendapat perawatan yang memadai (karena kesulitan keuangan). Polisi juga menduga dia sudah tidak makan selama beberapa hari sebelum meninggal, yang memicu kematiannya.

"Ketika kami masuk ke rumahnya, dia sangat kurus. Kami menduga dia kelaparan sampai mati, khususnya menderita penyakit kronis. Tapi penyebab kematian yang lebih akurat akan dikonfirmasikan setelah hasil otopsi keluar dalam 3 minggu", kata seorang polisi.

Atas berita tragis ini, industri film resmi dan pengguna internet menulis pesan duka cita dalam blog mereka. Mereka berkata kematian Choi mengungkapkan kondisi kerja yang menyedihkan dalam industri film.

Aktris Kim Yeo Jin menulis dalam Twitternya : "Ia lebih muda dariku. Dia kelaparan sampai mati dalam ruangan yang dingin. Aku tidak bisa melakukan apapun kecuali menangis. Bagaimana ini bisa terjadi?"

Choi Ko Eun membuat debutnya dengan "Passionate Sonata" tahun 2006, yang membuat namanya mulai dikenal dalam Short Award (Festival Film Pendek Asiana ke-4 ). Setelah lulus dari Universitas Nasional Korea jurusan Seni th 2007, dia bekerja juga sebagai penulis skenario.

Notes :

Ini benar2 tragis. Dia lulusan Universitas dan meninggal karena kelaparan. Intinya, kita harus mulai berbagi, mulai buka mata lebar-lebar, terutama orang di sekitar kita, our neighborhood dulu. Siapa yang perlu bantuan kita.

Akhir Jan di Korea, pasti dingin sekali, herannya kenapa tidak ada tetangga yang menemukannya sebelum meninggal. Ketidakpedulian, mungkin itu sebabnya.

Sharing itu tidak sulit, dan tidak perlu habis pesta baru bagi-bagi, beras sekilo atau roti 1, 2 biji itu sangat berarti buat orang yang benar2 membutuhkan. Ada anak-anak yang main di depan rumah kita, bagiin kue atau biskuit untuk mereka juga tidak masalah kan? contoh aja.

Jadi, let's start sharing, agar tidak perlu ada kejadian seperti ini disekitar kita. Tidak perlu tanya ia butuh atau tidak, kita pakai penilaian kita sendiri saja, siapa orang disekitar kita yang paling membutuhkan bantuan kita, and let's start with it.

Source : hancinema

Tuesday, January 18, 2011

Diskriminasi di Korea


Ada artikel menarik di Korea Times, sepertinya beberapa orang Asia Tenggara merasa di-diskriminasi ketika tinggal di Korea Selatan. Terutama kalau mencari rumah sewaan.

Ini artikelnya :

Michel Catuira (Filipina) tinggal di Korea tapi ia mengalami kesulitan dalam mencari tempat tinggal. Banyak pemilik rumah kontrakan di Korea yang tidak ingin menyewakan rumah padanya, mereka berkata hanya ingin menyewakan rumah untuk orang Korea atau Kaukasia (Eropa, Amerika, Australia, dll)

"Aku pergi untuk menyewa studio kecil dan murah bersama temanku di Seodaemun-gu, Seoul. Pemiliknya menunjukkan pada kami ruangan dan tanya untuk siapa ini," kata Catuira. "Ketika aku berkata untuk aku, dia menolak menyewakan kamar itu. Jika itu untuk teman Korea-Amerika-ku, dia akan menyewakannya dengan mudah."

Catuira, President Migrant Trade Union, berkata kalau diskriminasi terhadap orang Asia Tenggara di Korea ada di mana-mana, dari naik taksi sampai menyewa rumah dan mencari pekerjaan.

Ini adalah bagian dari diskriminasi yang biasa dialami di Korea oleh banyak orang dari Asia Tenggara. Dilaporkan oleh Seoul Development Institute, banyak laporan orang telah di tunjuk wajahnya (mungkin ketika jalan, dituding-tuding), diabaikan, dan dihina.

Menurut penilitian, 25.9 persen dari penduduk Seoul yang berasal dari Asia Tenggara pernah mengalami diskriminasi dari orang Korea dan orang asing dari negara lain.

Jumlah ini lebih besar dari laporan penduduk anggota OECD seperti US, Jepang, Eropa, yaitu sekitar 8.2 persen saja yang lapor diskriminasi. Sedangkan dari Asia Timur lain seperti Taiwan dan Cina ada laporan sekitar 20 persen.

Penilitian ini diambil dari 333 penduduk asing di Seoul, July 2010 dan mereka biasanya berkata diperlakukan tidak adil dalam mencari pekerjaan dan dalam aktivitas ekonomi.

Diskriminasi juga dalam mencari tempat tinggal,

"Tuan rumah lebih suka orang Kaukasia tapi tidak untuk orang kulit hitam atau Asia Tenggara, mereka terlalu berisik dan bau. Itu adalah kecurigaan yang tipikal, seperti orang asing (di USA, dll) yang mendiskriminasi orang Korea dengan berkata mereka bau kimchi dan bawang," kata peneliti Hong Suk-ki

Mereka yang dari Asia Timur Laut berkata kalau ada diskriminasi dalam jasa kesehatan, tapi menurut peneliti, diskriminasi hanya karena kebanyakan RS hanya menggunakan bahasa Korea atau Inggris untuk melayani konsumen dan tidak siap dengan bahasa Cina atau Jepang, kata Hong.

Kalau penduduk dari negara OECD, hanya mengalami diskriminasi dalam masalah keuangan, misalnya bank2 di Korea yang hanya memberikan pelayanan terbatas.

Ketika ditanya apa mereka punya rasa memiliki sebagai penduduk Seoul, 21.9 persen berkata "tidak juga" dan 13.8 persen berkata, "sama sekali tidak." Banyak yang berkata kebudayaan dari negara asal mereka tidak dihormati di ibukota Korea.

"Di Itaewon dimana banyak orang kulit hitam berkumpul, masalah timbul antara mereka dan penduduk Korea, karena penduduk asli curiga dengan orang kulit berwarna dan tidak mengerti kebudayaan mereka. Orang Korea juga merendahkan orang Asia Tenggara sebagian karena orang Asia Tenggara relatif lebih pendek dan sebagian karena negara asal di Asia Tenggara relatif lebih buruk status finansialnya. Menghakimi orang karena asal dan pandangan yang tidak jelas seperti itu menyakiti mereka." kata Hong.

"Aku pikir ini bukan karena orang Korea itu jelek tapi karena mereka tidak terbiasa dengan kebudayaan asing. Orang Korea harus membuka pikiran mereka lebih luas lagi dan menjadi lebih bijaksana," kata Hong.


Notes :

Ini hanya sebuah eye-opener akan apa yang terjadi di Korea. Tidak bermaksud apa-apa, karena diskriminasi itu terjadi di mana saja.

Jangankan dengan orang asing, dengan sesama Korea saja mereka juga suka diskriminasi kan, seperti antara kaya-miskin dll. Bagi yang ingin kerja atau sekolah di Korea juga jangan kecil hati, yang penting kita bisa membawa diri dan selalu berpikir positif.

Lagipula, rakyat Korea adalah rakyat yang homogen, sama semua. Beda dengan Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dll negara Asia Tenggara yang terdiri dari banyak suku bangsa, dan terbiasa dengan banyak budaya, bahasa, kepercayaan, dan tradisi. Menurutku, orang Asia Tenggara lebih terbuka pikiran-nya dari orang Korea hehehe.